Bantuan Tertahan, PBB Kesulitan Masuk Suriah

PBB
PBB ()

KLIKPOSITIF -Penasehat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan tetapi pemerintah setempat masih menolak bantuan untuk enam kota yang terkepung dan menghalangi pertolongan layanan medis bagi mereka yang memerlukan di Suriah.

Dia mengatakan konvoi bantuan sedang dalam perjalanan ke empat kota di Suriah pada Kamis masihtertahan. Dia tidak mengetahui mengapa pemerintah tak memberikan akses bagi konvoi bantuan nutrisi, vitamin dan antibiotik, dan dokter serta perawat ke lokasi.

baca juga: KPU Tanah Datar Tempelkan DPT di Tempat Umum, Warga Diminta Memeriksanya

"Kami membutuhkan pemerintah Suriah sungguh-sungguh membantu kami di kawasan yang memerlukan obat-obatan," ujarnya.

Dia menjelaskan ini adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dengan mencegah masuknya bantuan PBB.

baca juga: Puluhan Pengendara Masih Melanggar Saat Operasi Zebra, Ini Imbauan Polres Tanah Datar

Egeland mengatakan banyak warga sipil yang tak bersalah masih ditahan, termasuk anak-anak. Ia menyerukan Amerika Serikat, Rusia dan negara-negara lain untuk membantu pembebasan mereka.

Egeland mengatakan bantuan sedang dikirim ke kota Zabadani, Foua, Kufreya dan Madaya pada Kamis setelah dua kali penangguhan pekan lalu karena pertempuran pecah. Dia menjelaskan pemerintah Suriah perlu memberikan sebuah jawaban dalam waktu tujuh hari mengenai perizinan bagi konvoi-konvoi pergi ke enam kawasan lagi

baca juga: Hari Ini 11 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga ingin menjatuhkan bantuan lewat udara ke kota Deir al-Zor, yang dikepung oleh militan Negara Islam, setelah usaha sebelumnya gagal. Pesawat harus terbang cepat dan tinggi agar terhindar dari ancaman peluru-peluru kendali permukaan ke udara, ujar dia, dan parasut-parasut lebih baik digunakan untuk menerjunkan bantuan.

Gareth Bayley, wakil khusus Inggris untuk Suriah, mengatakan gugus tugas kemanusiaan dan gugus tugas gencatan senjata serupa, yang beranggota kekuatan-kekuatan utama dan regional, telah mengalami "kemajuan lambat tetapi ada kemajuan".

baca juga: Dukung Pembukaan Objek Wisata Baru, Dinas Parpora Tanah Datar Harapkan Hal Ini

Penulis: Super Administrator