Pemprov Sumbar Teliti Kerusakan Hutan Mandeh Lewat Air

Hutan Bakau di Mandeh, Pesisir Selatan
Hutan Bakau di Mandeh, Pesisir Selatan (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Asrizal Asnan mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk pengambilan sampel untuk penelitian kerusakan hutan akibat pembabatan di Mandeh, Pesisir Selatan .

"Tim kami sudah melakukan pengambilan sampel air dari pembabatan hutan tersebut," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: HUT RI ke 76, Bupati Pessel Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus

Menurutnya, pembangunan di Mandeh harus dilengkapi dengan Amdal (Analis Dampak Lingkungan), namun begitu pembangunan tersebut juga harus didukung dengan rencana yang jelas.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisat Oni Yulfian juga menyebutkan, perencanaan pengembangan Mandeh harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan perencanaan yang matang, dan semua itu tertuang dalam Masterplann.

baca juga: Ribuan Batang Cemara Laut Ditanam di Pantai Pessel

"Setelah ada masterplann, jadi jelas lahan mana saja di Mandeh yang bisa dikelola, dan mana saja yang masuk kawasan masyarakat dan hutan lindung," jelas dia.

Sebagai informasi, kerusakan hutan yang membuat Bupati Pesisir Selatan meradang terparah terdapat di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiek Aia. Kerusakan itupun sudah dilaporkan kepada Gubernur secara tertulis. Di lokasi ini kurang lebih 40 x 12 meter atau 480 meter persegi kawasan hutan bakau dirambah sejak tahun 2016 lalu.

baca juga: Wagub Sumbar Apresiasi, RSUD DM. Zein Painan Mampu Produksi Oksigen Secara Mandiri

Tidak hanya itu, luas kawasan hutan bakau yang dirambah terus bertambah sejak Februari 2017 dengan total 1230 meter persegi.

[Joni Abdul Kasir]

baca juga: Ini Tiga OPD dengan Serapan Anggaran Terendah di Pessel

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa