32 Irigasi Pertanian di Sumbar Rusak

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar mencatat sebanyak 32 jalur irigrasi yang digunakan untuk pertanian rusak. Hal tersebut berdampak buruk terhadap hasil pertanian .

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra mengatakan dari 100 persen, kerusakan irigasi tersebut meliputi 60 persen irigasi yang ada di Sumbar .

baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

"Berdasarkan data, setidaknya ada 32 jalur irigasi di Sumbar yang mengalami kerusakan cukup parah, dan hal ini tentu tidak baik bagi pertanian ," katanya.

Puluhan irigasi besar yang rusak tersebut terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 11 irigasi , Tanah Datar sebanyak 4 irigasi diantaranya yaitu irigasi Lintau Buo, Pangian. Kemudian Dharmasraya sebanyak 6 irigasi . Selanjutnya di Limapuluh Kota sebanyak 3 irigasi , kabupaten Agam sebanyak 5 irigasi .

baca juga: Wawako Payakumbuh Motivasi Atlet Kempo Sumbar Jelang Tampil di PON

"Kemudian di Kota Padang juga terdapat irigasi yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik yakni irigasi di Kecamatan Koto Tangah yang sampai saat ini masih belum diperbaiki," jelas dia.

Ia juga menyebut di Kabupaten Pasaman juga ditemukan irigasi yang belum berfungsi baik salah satunya yakni irigasi Panti-Rao.

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

Terkait masalah tersebut, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan PSDA, namun kendala yang ditemukan adalah minimnya anggaran untuk perbaikan irigasi tersebut.

"Kami segera mengupayakan solusi dari masalah ini, sampai sekarang koordinasi dengan dinas terkait masih terus berjalan," pungkas Candra.

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa