Ini Fungsi Hutan Mangrove di Kawasan Mandeh

Hutan Mangrove
Hutan Mangrove (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengiat Lingkungan Hidup Sumatera Barat, Desriko Malayu Putra, menjelaskan, pohon mangrove merupakan tumbuhan yang bisa hidup di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, dan memiliki akar yang cocok dengan air payau serta tahan oleh pasang-surut air laut.

Ia mengatakan, ekosistem hutan Mangrove bersifat khas, Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di lokasi seperti bibir pantai kawasan Mandeh, Pesisir Selatan , dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi. Untuk itu mangrove perlu dipertahankan di kawasan Mandeh.

baca juga: HUT RI ke 76, Bupati Pessel Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus

"Selain pelanggaran terhadap perundang-undangan keberadaan Mangrove penting bagi keselamatan pantai dari abrasi," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF kamis.

Ia menyebutkan mangrove juga berfungsi sebagai pohon pelindung bagi habitat lain yang berada di lingkungan payau. Jika dirusak menimbulkan perubahan terhadap rona lingkungan hidup dan berdampak fatal terhadap lingkungan itu sendiri.

baca juga: Ribuan Batang Cemara Laut Ditanam di Pantai Pessel

Sebagai penggiat lingkungan ia menilai, perusakan di Mandeh salah satu bentuk kejahatan lingkungan yang harus ditindak melalui proses hukum. Penindakan atas dugaan pengrusakan lingkungan di kawasan Mandeh wajib merujuk pada ketentuan UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-undang ini sebutnya, merupakan payung hukum atas setiap kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Sebagai upaya pencegahan, undang-undang ini secara tegas mengatur bahwa setiap usaha atau kegiatan yang dapat menimbulkan perubahan terhadap rona lingkungan hidup, serta menyebabkan dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan.

baca juga: Wagub Sumbar Apresiasi, RSUD DM. Zein Painan Mampu Produksi Oksigen Secara Mandiri

Pada umumnya, dampak penting yang ditimbulkan dari kegiatan di bidang pariwisata adalah gangguan terhadap ekosistem, hidrologi, bentang alam dan potensi konflik sosial. Kemudian untuk diketahui, setiap aktivitas yang dilakukan berbatasan dengan kawasan lindung wajib memiliki Amdal , diantaranya kawasan hutan lindung, sempadan pantai, kawasan pantai berhutan bakau, terumbu karang dan sebagainya.

"Namun, tetap harus merujuk pada penetapan kawasan lindung berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas dia.

baca juga: Ini Tiga OPD dengan Serapan Anggaran Terendah di Pessel

Dia meminta Pemkab Pesisir Selatan segera menemukan pelaku, baik atas perorangan ataupun badan hukum (Perusahaan) yang melakukan pengrusakan di Mandeh.

Dengan demikian, setiap aktivitas di lapangan harus dihentikan atau bahkan dilakukan penyegelan guna memudahkan investigasi, pengambilan sampling atas dugaan pencemaran maupun verifikasi penguasaan lahan di sana.

"Fungsi pengawasan ini yang kemudian menjadi dasar bagi pemkab pessel untuk bertindak dalam membongkar kasus ini," pungkasnya kemudian.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa