Tuntut SE Percepatan Tanam Padi Dicabut, Demo Limamira Dibubarkan Paksa

Aksi dari Limamira di depan Kantor Gubernur Sumbar dibubarkan paksa oleh Satpol PP.
Aksi dari Limamira di depan Kantor Gubernur Sumbar dibubarkan paksa oleh Satpol PP. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Aksi demonstrasi oleh puluhan mahasiswa yang menamakan diri mereka Limamira (Lingkar Mahasiswa Minangkabau Raya) di depan Kantor Gubernur Sumbar , Kamis 20 April 2017 berlangsung ricuh. Pasalnya, aksi para mahasiswa ini dibubarkan paksa oleh Satpol PP yang berjaga karena disinyalir tak berizin.

Pantauan KLIKPOSITIF , puluhan mahasiswa dari Limamira ini menggelar orasi di depan Kantor Gubernur menuntut agar Surat Edaran (SE) Gubernur tentang percepatan tanam padi dicabut. Usai berorasi, para mahasiswa ini pun berusaha meringsek masuk ke dalam kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

baca juga: Pejabat Pemko Padang Rangkap Jabatan, Wako: Dalam Waktu Dekat Kami Akan Cari Gantinya

Saat hendak masuk, personel Satpol PP yang berjaga di Kantor Gubernur tersebut langsung menghalangi jalan para pendemo. Sempat terjadi adu mulut antara mahasiswa dan personel Satpol PP. Bahkan, Kepala Satpol PP Sumbar , Zul Aliman sempat menunjuk-nunjuk para peserta aksi karena dianggap demo mereka tak berizin.

baca juga: Jam Kerja ASN di Padang Selama Ramadan Dikurangi

"Ini demo ilegal, tidak ada izin. Kalau kawan-kawan mahasiswa tetap memaksa masuk, saya akan laporkan kalian ke Polsek. Saya akan penjarakan kalian," papar Zul Aliman kepada peserta aksi.

Zul Aliman sendiri meminta puluhan mahasiswa tersebut untuk membubarkan diri. Namun, para peserta aksi ini tidak menghiraukan ancaman tersebut. Bukannya bubar, mereka malah merapatkan barisan untuk masuk dan baru bergerak sekitar sepuluh langkah dari plang nama Kantor Gubernur (titik aksi), juga terjadi aksi saling dorong.

baca juga: Temui Menteri Kelautan dan Perikanan, Bupati Pessel Bahas Potensi Perikanan dan Peningkatan Ekonomi Nelayan

Sementara, Kapolsek Padang Barat Syahrul Chan meminta mahasiswa untuk tidak anarkis dalam melakukan aksi. Pihaknya pun diperbantukan ke lokasi tersebut sebagai back up.

"Kami akan amankan kalian jika tidak tertib dan melanggar aturan. Jadi, silakan lakukan aksi dengan tertib dan teratur," sebut Kapolsek.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Tanah Datar Tercatat 1.313 Orang, Warga Diminta Sukseskan Vaksinasi

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto