Polri Bentuk Satgas Pangan Sambut Ramadan 1438 Hijriah

Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Mendagri, Mentan, dan Dirut Bulog menyampaikan keterangan pers pembentukan Satgas Pangan, di Mabes Poli, Jakarta, Rabu (3/5) siang
Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Mendagri, Mentan, dan Dirut Bulog menyampaikan keterangan pers pembentukan Satgas Pangan, di Mabes Poli, Jakarta, Rabu (3/5) siang (setkab)

KLIKPOSITIF -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama sejumlah menteri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Satgas yang dipimpin oleh Irjen Pol Setyo Wasisto ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan 1438 Hijriah.

"Satgas tersebut akan melakukan pengawasan harga pangan di pasar-pasar yang akan dievaluasi hasilnya pada tiap dua pekan. Selain melakukan pengawasan harga dan ketersediaan sembako , satgas ini juga bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kartel dan mafia pangan," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Jakarta, Rabu (3/5) seperti dilansir dari laman Sekretaris Kabinet.

baca juga: Ambulance dari PLN Sumbar Bantu Masyarakat Muaro Sungai Lolo untuk Akses ke RS

Ia menambahkan, satgas yang dibentuk tersebut, selain untuk tingkat pusat, di daerah juga dibentuk oleh Polda bersama sejumlah dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Satgas Pangan Polda dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda .

Kapolri menjelaskan selain itu pihak kepolisian juga juga melakukan tatap muka jarak jauh dengan kapolda, gubernur , bupati dan walikota sejumlah daerah.

baca juga: Kemenkes Terbitkan SE, Biaya RT-PCR Hasil Cepat Tidak Boleh Lampaui Tarif Tertinggi

Dari hasil tatap muka tersebut, diketahui bahwa ketersediaan sembako di tanah air mencukupi hingga Lebaran.

"Suplai sembako aman. Ketersediaan sembako aman, persoalan rantai distribusi yang ada spekulan, penimbun, kartel sedang kami tangani bersama," kata Kapolri .

baca juga: Menkeu: Ekonomi Syariah Bantu Pulihkan Dampak Pandemi

Koordinasi antarlembaga dan pembentukan satgas tersebut merupakan perwujudan dari perintah Presiden Joko Widodo yang meminta sejumlah menterinya agar menstabilkan harga sembako .

Presiden meminta dalam rapat terbatas jelang Ramadhan dan Lebaran agar harga sembako stabil sehingga kami sepakat dengan Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, KPPU, Bulog, Bea Cukai untuk koordinasi dan konferensi video dengan daerah. (*)

baca juga: Soal Ancaman Covid-19 Varian Omnicron, Ini Kata Jokowi

Penulis: Eko Fajri