Nasrul Abit : Ayo Para Sarjana Bergerak Membangun Kampung

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat mengunjungi masyarakat Mentawai beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat mengunjungi masyarakat Mentawai beberapa waktu lalu. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat ( Sumbar ) Nasrul Abit meminta kepada para sarjana di Sumbar untuk berkiprah di kampung halaman setelah menamatkan jenjang pendidikan di kampus. Para sarjana ini diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada untuk membangun kampung halaman .

Menurut Wagub, banyak peluang yang bisa digarap di kampung, seperti mereka yang tinggal di pesisir pantai bisa di sektor perikanan yakni, budidaya. Tidak hanya itu bagi mereka yang punya lahan bisa budidaya ikan lele atau nila, belut, udang, dan yang lainnya.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Meningkat, Semen Padang Hospital Tambah 23 Tempat Tidur

"Kemudian, untuk pertanian mereka bisa bercocok tanam seperti jagung, kacang tanah, sawit, gambir cukup menjanjikan hasilnya," ungkapnya, Senin (8/5) di Padang.

Selain itu, para sarjana juga berpeluang menjadi seorang pengusaha di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mengingat potensi UMKM di Sumbar cukup menjanjikan. "Jangan terlalu berharap untuk menjadi PNS dan tidak terfokus mencari pekerjaan di perkotaan. Mari para sarjana buatlah lapangan pekerjaan," pintanya.

baca juga: Tak Pakai Masker, 20 Pedagang di Padang Ditindak

Hal tersebut diungkapkan Wagub menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar yang menyebutkan tingkat pengangguran di Sumbar dominasi oleh para sarjana atau lulusan dari perguruan tinggi. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan yang lulusan sekolah dasar.

Sebelumnya, Kepala BPS Sumbar Sukardi menjelaskan, jika melihat kepada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2017 menurut pendidikan , TPT terendah itu terdapat pada penduduk berpendidikan sekolah dasar ke bawah yakni sebesar 4,24 persen. Sementara TPT tertinggi berada pada tingkat pendidikan universitas sebesar 8,12 persen.

baca juga: Apel Perdana, Pjs Bupati Pessel Ingatkan ASN Soal Netralitas di Pilkada

Sukardi menyebutkan, TPT tertinggi yang diduduki oleh tingkat pendidikan universitas itu berada di daerah perkotaan jika dibandingkan TPT yang ada di pedesaan. Hal ini terlihat pada setahun terakhir yakni, Februari 2016 - Februari 2017 TPT perkotaan menurun 0,34 persen sedangkan pedesaan naik 0,17 persen.

[Joni Abdul Kasir]

baca juga: Polisi Pariaman Tangkap Dua Orang Pengedar Narkoba

Penulis: Agusmanto