Perokok di Inggris Berasal dari Kalangan Pengangguran dan Bergaji Rendah

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF - Merokok di Inggris lebih sering terjadi pada orang-orang yang tidak bekerja dan mereka yang berpenghasilan kurang dari 10.000 pound setahun. Laporan itu dikeluarkan oleh Kantor Statistik Nasional (ONS).

Studi ONS menunjukkan jumlah total merokok di Inggris turun dari lebih dari 20 persen di tahun 2010 dan menjadi rekor terendah 12,5 persen. Jumlah perokok di Inggris mencapai 16,9 persen, sementara Skotlandia memiliki proporsi tertinggi 19,1 persen.

baca juga: Swafoto dengan Jenazah Maradona, Petugas Pemakaman Dipecat dan Kena Teror

Angka terbaru juga menunjukkan bahwa 2,3 juta orang di Inggris sekarang menggunakan e-cigarette, setengah dari mereka mengatakan bahwa mereka sebagai alat untuk berhenti merokok.

Laporan tersebut disusun oleh Kesehatan Masyarakat Inggris . Pihak itu mengatakan bahwa merokok sebagai penyebab utama kematian yang dapat dicegah di Inggris , yang menghubungkan hampir 80.000 kematian yang dapat dicegah pada tahun 2014.

baca juga: Dianggap Pahlawan, Maradona Akan Dimakamkan dengan Proses Kenegaraan

Dilansir dari laman xinhua, paparan asap rokok bekas, yang dikenal sebagai perokok pasif, juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, yang banyak berakibat fatal, dengan anak-anak sangat rentan terhadap efek merokok pasif. Sebuah studi oleh Oxford University juga mengungkapkan bahwa merokok menghabiskan biaya pelayanan kesehatan Inggris miliaran dolar AS setiap tahunnya.

Skotlandia merupakan rumah bagi proporsi perokok tertinggi yang telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi jumlah pengguna rokok menjadi 5 persen dari populasi pada tahun 2034 sebagai bagian dari proyek "Tobacco Free Scotland".

baca juga: Biden Ingin Kembalikan Kepercayaan Pemimpin Dunia pada Amerika

Penulis: Fitria Marlina