Menyembelih Sapi Betina Produktif Bisa Masuk Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi (Modern Farmer)

HUKUM, KLIKPOSITIF -- Demi mempercepat program swasembada daging, pemerintah melarang masyarakat untuk menyembelih sapi betina yang masih produktif. Tidak tanggung-tanggung, jika hal tersebut dilanggar, pemerintah mengganjarnya dengan hukuman penjara.

Peraturan ini berlaku untuk Rumah Potong Hewan (RPH), penegakan peraturan tersebut dilakukan dengan pengawasan yang dilakukan oleh Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), yang dikerahkan Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri .

baca juga: Dinas Pertanian Pessel Siapkan Puluhan Miliar Untuk Akomodir Harapan Petani dan Peternak

Peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian tersebut akan disosialisasikan oleh Baharkam Polri . Kepala Baharkam Polri , Komjen Putut Eko Bayuseno, jika dalam pelaksanaan tersebut ditemukan pelanggaran, proses hukum akan langsung dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.

"Jika selama pemantauan ada pelanggaran, maka penindakan akan dilakukan oleh unit reserse dari pihak kepolisian setempat," kata Eko.

baca juga: Tidak Setuju Polisi Dibawah Kementerian, Komisi II DPR: Tidak Relevan, Lembaga Ini Harus Profesional dan Independen

Larangan penyembelihan sapi betina produktif tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4), dalam undang-undang tersebut juga dijelaskan setiap RPH akan diganjar hukuman 1 tahun dan paling lama 3 tahun penjara, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

"Pemantauan RPH juga akan dilakukan oleh unit Sabhara, dan penindakan dilakukan sesuai dengan ketentuan undang-undang tersebut," jelas dia.

baca juga: Walikota Pariaman Serahkan 40 Ekor Sapi dan 2 UPPO untuk Kelompok Tani

Pemerintah mengklasifikasikan sapi betina yang masih produktif tersebut yakni sapi yang masih berumur di bawah 7 tahun, jika sudah di atas umur tersebut sapi betina itu baru boleh disembelih.

Kendati dikawal undang-undang, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita menyebutkan jika pemotongan terpaksa dilakukan, maka pihak RPH harus mendapatkan surat persetujuan dari dokter hewan pengawas untuk memastikan sapi tersebut mandul.

baca juga: Audy Joinaldy: Peternakan Sapi di Sirukam bisa Menjadi Proyek Percontohan di Sumatera

"Jika sudah ada kepastian dan izin dari dokter hewan yang dipanggil langsung ke RPH, maka sapi betina di bawah 7 tahun baru bisa dipotong," pungkas dia kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa