Heboh Penculikan Anak di Sungai Pua Agam, Ini Kejadian Sebenarnya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Seorang wanita muda asal Sikadunduang Singgalang,Kecamatan Sapuluah Koto, Kabupaten Tanah Datar- Sumbar, nyaris saja mendekam dalam sel tahanan gara-gara dituduh sebagai penculik anak. Setelah sempat dibawa ke kantor polisi, wanita itu akhirnya diperbolehkan pulang, karena tidak terindikasi sebagai penculik anak.

Awalnya, wanita berinisial RA (21) sedang berkunjung ke wilayah Batu Palano,Kecamatan Sungai Pua, Agam -Sumbar, sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa 9 Mei 2017. Saat melintasi wilayah itu dengan berjalan kaki, ia melihat seorang bocah yang diketahui bernama Zahra (4) tengah sendiri. Karena penyayang anak kecil, ia mengajak putri dari Widia itu untuk berjalan-jalan. Bocah itupun menurut.

baca juga: Ini Momen Habib Ali Menangis Bertemu Rizieq Sepulang dari Mekkah

Tak lama berjalan, ia malah diteriaki sebagai penculik anak oleh nenek Zahra, Masdinar (53). Kontan, teriakan ini terdengar oleh warga lainnya, sehingga membuat Rina ditahan oleh warga dan membawa gadis tersebut menuju Kantor Wali Nagari setempat. Selanjutnya, ia pun dibawa menuju Polsek Banuhampu.

“Saya melihat cucu saya dibawa oleh orang tak dikenal, tentunya saya khawatir, sekarang kan lagi musim orang nyulik anak di televisi. Makanya, saya teriaki,’’ ucap Masdianar.

baca juga: Wabup Agam Launching GJB di Tanjung Mutiara

Setelah diselidiki oleh Polsek Banuhampu, didapatlah kesimpulan jika RA tidak terindikasi untuk melakukan punculikan.

“Kita tak menemukan adanya usaha penculikan yang dilakukannya,’’ sebut Kapolsek Banuhampu Kompol Firdaus.

baca juga: UPT BLK Agam Buka Pendaftaran Pelatihan 7 Kejuruan, Ini Jadwalnya

Kapolsek mengungkapkan, RA berada di Batu Palano karena ibunya bekerja sebagai buruh di wilayah tersebut. Karena Rina penyayang anak kecil, spontan saja dia mengajak anak kecil untuk bermain.

“Dia pun sudah minta izin sama Widia (Ibu Zahra) untuk bermain bersama anaknya," jelasnya.

baca juga: Disdukcapil Agam Lanjutkan Siskamling di Masa Pandemi

Awalnya, Widia mengira jika RA masih kerabat suaminya, namun ternyata tidak sehingga timbullah kesalahpahaman tersebut.

Saat diteriaki Masdianar, ucap Kapolsek, RA sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah Zahra.

‘’Kita tak bisa pastikan jika itu penculikan, apalagi RA ini sangat lugu,’’ katanya.

Sementara, RA sendiri, saat dijumpai di Polsek Banuhampu, membantah keras tudingan miring yang menyebutkannya sebagai penculik anak.

“Saya bukan penculik, jika saya mau menculik, sudah saya sembunyikan anak itu,’’ ucapnya terisak-isak.

Saat ini, RA sudah dipulangkan kembali karena tak ditemukan ada unsur melakukan penculikan, selain itu pihak keluarga Zahra juga tak lagi mempersoalkan masalah ini setelah dijelaskan duduk perkaranya.

[Hatta Rizal]

Penulis: Iwan R