Ratusan Naskah Kuno Rusak di Nagari Pariangan

Naskah Kuno yang Ditemukan Rusak
Naskah Kuno yang Ditemukan Rusak (Tim PKM-M Unand)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tim PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melakukan penyelamatan ratusan naskah kuno yang rusak di surau parak laweh, dusun Balai Saruang, Pariangan , Kabupaten Tanah Datar .

Ratusan naskah kuno tersebut diketahui dalam keadaan rusak, penyebab kerusakan naskah itu diantaranya, faktor fisiologis (faktor fisik dan umur naskah), mekanis (bencana alam dan benda lain), dan biologis (serangga dan mikroorganisme lain).

baca juga: Soal Kesiapan Padang Menghadapi Gempa, Begini Kata Badrul Mustafa

"Faktor ketidaktahuan pemilik naskah tentang cara merawat dan menyimpan naskah juga mempercepat kerusakan naskah," kata Leo Nella Rizki salah seorang anggota Tim PKM-M kepada KLIKPOSITIF , Rabu 10 Mei 2017.

Kata Nela, langkah penyelematan tersebut merupakan upaya untuk merawat fisik naskah. Konservasi naskah Pariangan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, tahap penelusuran, pembersihan, penambalan, pembuatan box (tempat penyimpanan naskah), dan penyerahan naskah yang telah diperbaiki kepada pemilik naskah.

baca juga: Terbaik di Sumbar, TKSK Sungayang Tanah Datar Melaju ke Tingkat Nasional

Menurutnya, kegiatan ini membutuhkan berbagai peralatan khusus yang tidak hanya mahal namun juga sulit dijumpai di Indonesia.

Ia mengatakan, kegiatan konservasi naskah penting dilakukan, selain sebagai bentuk upaya penyelamatan namun juga bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat pemilik naskah dan pemerintah daerah setempat akan pentingnya naskah sebagai warisan budaya bangsa.

baca juga: 15 Pasien COVID-19 Sembuh, Dinkes Bersama Polres Tanah Datar Ajak Warga Mau Divaksin

"Diharapkan kegiatan konservasi naskah di Pariangan juga dapat memberikan kesadaran daerah-daerah lain yang juga memiliki warisan budaya berupa naskah kuno untuk dapat melakukan hal yang sama," sebut dia.

Praktek Jual-Beli Naskah

baca juga: Perang Kamang ke 113, Gubernur Sumbar: Ingatkan "Jas Merah"

Sementara Ketua Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas ( Unand ) Padang, Pramono, mengatakan, Sumatera Barat memiliki ribuan naskah yang masih tersebar di tengah masyarakat sebagai yang disimpan sebagai koleksi pribadi, salah satunya di nagari Pariangan .

Ribuan naskah itu mengandung teks yang beragam, seperti keagamaan, kesejarahan, kesenian, kesastraan, politik, hukum, adat-istiadat, perobatan, dan folklor. Akan tetapi, naskah tersebut sudah banyak yang rusak dan mendekati kerusakan.

"Selain kerusakan, adanya praktik jual beli naskah yang dilakukan oleh pewaris naskah dengan beberapa oknum dari luar dan dalam negeri yang mengancam keberadaan naskah milik masyarakat di Sumbar ," jelasnya.

Seperti diketahui, konservasi naskah kuno tersebut dilakukan di surau parak laweh, Dusun Balai Saruang, Pariangan , Kabupaten Tanah Datar .

Kegiatan ini juga melibatkan beberapa filolog, diantaranya Prof. Madya Dr. Ab. Razak Ab. Karim (Universiti Malaya, Malaysia), M. Yusuf, M.Hum. (Universitas Andalas), Pramono, Phd. (Universitas Andalas), dan turut serta pula dihadiri oleh pihak Pemda khusunya bidang perpustakaan dan kearsipan nagari Pariangan .

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa