Warga Surantih Berharap Jembatan Mereka Dibuat Permanen

Jembatan penghubung antar dua nagari di Pessel dengan kondisi rusak.
Jembatan penghubung antar dua nagari di Pessel dengan kondisi rusak. (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Bupati Pesisir Selatan ( Pessel ), Hendrajoni menyebutkan, jembatan semi permanen sebagai akses penghubung Kenagarian Rawanggunung Malelo dan Kenagarian Aurduri di Kecamatan Sutera yang rusak di daerah ini akan diperbaiki pada pembahasan anggaran perubahan tahun 2017 ini.

" Jembatan penghubung antara dua nagari itu nanti akan dianggarkan di perubahan anggaran. Akan kita usulkan, jika mengancam kondisinya, diminta warga hati-hati dulu," terang Hendrajoni saat dihubungi KLIKPOSITIF , Minggu 14 Mei 2017.

baca juga: Gempa di Pessel, Dirasakan di Sejumlah Daerah di Sumbar

Pantauan KLIKPOSITIF , jembatan ini memiliki panjang sekitar 60 meter dengan kekuatan 1,5 ton muatan. Kerusakan pada jembatan ini terdapat disisi lantai yang sudah hampir patah secara keseluruhan, kawat sebagai penyangga sudah mulai putus dari tiang jembatan .

Mengenai kerusakan jembatan ini, Walinagari Rawanggunung Malelo, Seri mengakui, bahwa kondisi jembatan yang terbangun semi permanen di kenagarian itu memang sejak awal tahun ini sudah memprihatinkan. Bahkan, dalam waktu dekat ini sudah sering memakan korban, karena lantai dan kawatnya sudah rusak parah.

baca juga: Rabu Pagi, Warga Pessel Dikejutkan Gempa

"Sebenarnya dari nagari sudah tidak tega melihat warga menempuhnya. Tapi, itu adalah wewenang kabupaten, kita hanya selalu berupaya mengusulkan ke Musrenbang dan terkadang kita perbaiki dengan swadaya," jelas Seri.

Menurut Seri, jembatan semi permanen itu sehari-hari digunakan sebagai akses penghubung utama warga Kenagarian Rawanggunung Malelo dan Kenagarian Aurduri sejak tahun ke tahun. Dengan padatnya penduduk disana, jembatan itu cepat rusak karena sering dilalui.

baca juga: Sempat Tersendat, Saat Ini Pesanan Estalase di Pessel Mulai Laris Manis

"Kekuatannnya cuma 1,5 ton, sedangkan berat muatan yang melaluinya L300 membawa batu. Belum sampai setahun diperbarui sudah rusak kembali. Jembatan ini juga dilalui setiap harinya oleh hampir 600 kepala keluarga," ucapnya.

Lanjutnya, pemerintah nagari sudah hampir setiap tahun mengusulkan ke tingkat kabupaten dan berharap jembatan diperbaiki dan dibangun permanen. "Kalau cuma dipebaiki, kita di nagari tidak tega mendengar keluhan warga setiap jembatan itu mulai rusak," pungkasnya.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, PT Telkom Sumbar Kurangi Layanan Tatap Muka

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Agusmanto