Siswa SMA Sitiung Ini Kemas Randai Jadi Lebih Moderen

Penampilan Randai Ekskul Minang Sakato SMA Sitiung
Penampilan Randai Ekskul Minang Sakato SMA Sitiung (Cecep/Klikpositif)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF -- Siswa SMAN 1 Sitiung mengemas seni permainan anak nagari randai menjadi lebih menarik. Siswa ini tergabung dalam ekskul Randai Minang Sakato SMA 1 Sitiung.

Guru pembinanya, Yuswarni menceritakan ekskul randai berdiri sekitar lima tahun terakhir dan mulai berkembang dari 2012.

baca juga: Ninik Mamak Sembilan Koto Siap Menangkan SR-Labuan untuk Lanjutkan Pembangunan di Dharmasraya

"Angkatan pertama, sudah tahun ke dua sekarang di perguruan tinggi," ujarnya didampingi Kepala Sekolah, Israr.

Katanya, randai menjadi lebih menarik jika dipadukan dengan kreasi gerakan baru. Beruntung gerakan dasar telah dikuasainya, karena pernah menggelutinya.

baca juga: Tiga Hari Bersama Konstituen, Andre Rosiade Salurkan Bantuan dan Aneka Pelatihan

"Kini, randai tidak lagi menjadi kesenian kuno, namun juga dicintai, tidak terkecuali anak muda," ungkap pengajar kimia ini.

Strategi merangkul siswa yakni dengan terus memberikan pemahaman, serta menjelaskan manfaat dari randai itu sendiri.

baca juga: Kunjungi Dharmasraya, Andre Rosiade Tampung Aspirasi Masyarakat Pulau Punjung

"Siswa menjadi tertarik. Tidak hanya bagi siswa asli Minang, namun juga siswa Jawa dan Batak. Kini, anggota sudah puluhan. Tukang dendangnya siswa dari Jawa. Tapi dapat dengan dialeg Minang, ini kan menjadi lebih membanggakan," sebutnya.

Kini, tim telah dipercaya mengisi beberapa invent dan meraih prestasi. Selain itu juga dimintai tampil oleh banyak pihak.

baca juga: Pasangan SR-Labuan Dapat Dukungan dari Masyarakat Pulau Punjung yang Puas dengan Kinerja Sutan Riska Sebelumnya

Gerakan randai tradisional kemudian mengikuti jaman moderen. Disesuaikan dengan situasi. Tradisional cukup di dendang. "Pelatih dihadirikan dari kampung asli, yakni dari Sungai Lansek," ujarnya.

[Cecep]

Penulis: Rezka Delpiera