BPBD Sijunjung Turunkan Alat Berat Buka Akses Jalan

Kondisi jalan yang longsor di Kabupaten Sijunjung, Senin (15/5)
Kondisi jalan yang longsor di Kabupaten Sijunjung, Senin (15/5) (Istimewa)

SIJUNJUNG , KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sijunjung , Sumatera Barat, malam ini mulai melaksanakan pengerjaan pembangunana jalan darurat sebagai penghubung dua nagari yang terisolir di daerah itu akibat longsor, pada Senin (15/5) siang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sijunjung Hardiwan, Senin (15/5) mengatakan, kita malam ini juga rencanannya akan mulai membangun jalan darurat agar dua nagari yang terisolir akibat longsornya badan jalan di Kabupaten ini dapat segera dilewati. Target kami paling tidak besok pagi sudah bisa dilewati kendaraan roda dua, sebab sekarang pelajar disini tengah ujian.

baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

Baca Juga: http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/14352/dua-nagari-di-sijunjung-terisolir-akibat-longsor

"Melihat perkembangan fisikologis masyarakat karna anak-anak dalam situasi ujian akhir maka kita BPBD berinisiatif malam ini juga membuat jalan alternatif secara darurat dgn mengerahkan alat berat sehingga jalan yang amblas bisa dilalui kembali," kata Hardiwan pada KLIKPOSITIF .COM melalui pesan singkatnya.

baca juga: Wawako Payakumbuh Motivasi Atlet Kempo Sumbar Jelang Tampil di PON

Ia menambahkan, untuk jalan darurat yang akan dibangun tersebut, memakai tanah milik warga, dan kami telah dapat izin dari pemilik tanah untuk memakai lahannya sebagai jalan darurat.

Sehubungan dengan itu, sebelumya diberitakan, akibat hujan yang telah terjadi sejak beberapa hari terakhir, dengan curah hujan yang juga cukup tinggi telah mengakibatkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Sijunjung .

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

Senin (15/5) sekitar pukul 13.40 Wib badan jalan dari Muaro Sijunjung Arah ke Nagari Silokek dan Nagari Durian Gadang Kabupaten Sijunjung terban masuk sungai sepanjang 80 meter, sehingga transportasi dari dan menuju dua nagari tersebut terputus.

Akibat kejadian tersebut, dua nagari dengan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 4.200 jiwa saat ini terisolir. (*)

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

Penulis: Eko Fajri