Ini yang Dilakukan RSUP M Djamil Antisipasi WannaCRY

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, mengatakan, untuk mengantisipasi ancaman Malware Ransomware Jenis WannaCRY, langkah antisipasi mulai dilakukan dengan beberapa cara.

"Untuk mengatasi malware itu, kami melakukan Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit dan membeck up seluruh data. Ini juga sesuai dengan imbauan dari Kominfo," kata Direktur Medis dan Keperawatan RSUP M Djamil Padang, Roselinda, Selasa 16 Mai 2017.

baca juga: Mualim; Perjuangkan ABS-SBK untuk Bentengi Generasi Muda

Ia mengatakan, antisipasi ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Mereka menyebarkan Siaran Pers Kominfo No. 56/HM/KOMINFO/05/2017 tentang
 Antisipasi Terhadap Ancaman Malware Ransomware Jenis WannaCRY.

Antisipasi tersebut dilakukan pihak RSUP M Djamil juga untuk menjamin agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

baca juga: Terus Bertambah, Jumlah Penerima BPUM di Pariaman Hampir Capai 5 Ribu

"Kami tetap mewaspadai dan mengantisipasi malware yang akan menyerang sistem komputer itu, mudah-mudahan dengan cara ini semuanya bisa teratasi," jelasnya.

Sehubungan dengan itu, sebelumnya disebutkan dalam Siaran Pers Kominfo RI tertanggal 14 Mei 2017, telah terjadi fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia. Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

baca juga: 26 Orang Petugas TPS di Pariaman Diganti karena Dinyatakan Reaktif

Serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB (Server Message Block) yang dijalankan di komputer tersebut. Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara.

baca juga: Andre Rosiade: NA-IC Unggul Segala-galanya Dalam Debat Pilgub

Untuk keamanan penggunaan Komputer di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan pentingnya semua Orang baik individu, perusahaan, kementerian, lembaga serta organisasi lainnya melakukan antisipasi dan pencegahan dari serangan malware WannaCry tersebut.

Disebutkan, penularan dapat melalui penyebaran file attachment email dan link ke situs Malware - bukan hanya lewat penyebaran melalui jaringan.

[Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri