Polda: Peredaran Narkotika di Sumbar Dikendalikan Dari Lapas

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Barat menduga peredaran narkotika di provinsi itu masih dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wadir Reskrim Narkoba Polda Sumbar AKBP Yulman, saat melakukan konferensi pers pada Rabu 17 Mai 2017.

baca juga: BPBD Padang Sebut Shelter Pasar Raya Paling Bagus Hadapi Bencana

"Saat kami lakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka pengedar narkoba , ia mengaku bahwa barang bukti yang kami sita sebanyak 460,68 gram selama sebulan ini berasal dari salah satu warga binaan di Lapas Muaro Sijunjung ," kata Yulman.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya mendapatkan informasi bahwa pengendalian peredaran narkoba masih bermuara di Lapas .

baca juga: Persiapan Kejurda, Puluhan Calon Atlet Taekwondo Pessel Ikuti Kenaikan Sabuk

"Kesulitannya saat kami melakukan penyidikan di Lapas , nama yang disebutkan oleh tersangka yang kami bekuk tidak terdaftar," jelasnya.

Kesulitan lainnya yang dirasakan oleh pihak kepolisian adalah pengambilan data di Lapas sendiri cukup sulit dan harus melalui skema yang dianggap sulit.

baca juga: Hari Ini PPDB SMA/SMK di Sumbar Dibuka, Ini Jalurnya

Ia berharap agar peredaran narkoba tersebut bisa diatasi bersama dan tidak hanya diserahkan pada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kanwil Kemenkumham Sumbar melalui Kabid Humas, Boby mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap warga binaan di setiap Lapas yang berada di Sumatera Barat.

baca juga: Gempa Darat Guncang Bukittinggi, Getarannya Dirasakan di Sejumlah Daerah

"Kami terus melakukan razia di seluruh Lapas untuk memeriksa peralatan yang menunjang komunikasi Wara Binaan ini," ujarnya.

Ia mengaakan jika pihak kepolisian ingin melakukan penyidikan terhadap informasi peredaran narkoba tersebut pihaknya akan membantu.

"Kami pasti akan membantu pihak kepoisian, tetapi tetap harus mengikuti prosedur yang telah diatur," sambungnya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri