Kekeringan Lintau Bikin Bupati Meradang, Ini Tanggapan Pemprov Sumbar

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bupati Tanahdatar, Irdinansyah Tarmizi meradang, karena tidak kunjung terlaksananya pembangunan irigasi Batang Sangki I yang berada Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar.

Pembangunan irigasi tersebut sejalan dengan kekeringan area pertanian milik warga di lokasi itu. Irdinansyah mengklaim pembangunan irigasi terkendala birokrasi bidang kehutanan yang kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi Sumbar .

baca juga: Sambut Pilkada, Hotel di Batusangkar Ini Sediakan Paket Sumarak Pilkada

Baca Juga :  Pembangunan Irigasi Terkendala Birokrasi, Bupati Tanahdatar Meradang

Irdinansyah Tarmizi meluapkan kekecewaannya soal kendala tersebut di hadapan perwakilan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar ,

baca juga: Teror Harimau di Jorong Lurah Ingu: Bertatapan Muka dengan Inyiak

Menanggapi persoalan tersebut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menegaskan, pihaknya akan segera memerintahkan Dinas Kehutanan segera mengurus persolan itu.

"Kami main cepat, tidak ada memperlambat. Saya akan telepon kepala dinasnya," tegasnya kepada KLIKPOSITIF .

baca juga: Calon Gubernur Sumbar Tersangka, Pengamat Politik Sarankan Mulyadi Segera klarifikasi

Pemprov Sumbar sebutnya, akan mengeluarkan izin jika penggunaan lahan dibawah 5 hektar. Namun jika luas lahan lebih dari itu, ia meminta Dinas Kehutanan untuk mengurus pembebasan lahan ke pusat. "Segera kami selesaikan persolan ini," ujarnya.

Menurut mantan Bupati Pesisir Selatan itu, pembangunan irigasi sangat penting dalam sektor pertanian . Untuk itu semua pembangunan irigasi harus diselesaikan dengan cepat. 

baca juga: Mualim; Perjuangkan ABS-SBK untuk Bentengi Generasi Muda

Sekadar diketahui, kerusaka irigasi Batang Sangki I sudah menyebabkan 450 hektare area pertanian milik warga mengalami kekeringan sejak tahun 2015 sulam.

Irigasi tersebut merupakan sumber kehidupan petani empat nagari di Kecamatan Lintau Buo, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigojangko, dan Taluk. 

Jika pembangunan irigasi terealisasi, sekitar 450 hektare sawah bisa dialiri air. Parahnya akibat kekurangan irigasi dua tahun terakhir, petani di sana tidak bisa bercocok tanam, dalam kurun waktu itu pula warga terpaksa ke sungai atau membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa