Disperindag Grebek Gudang Garam di Padang

Disperindag dan SK4 Grebek Gudag Garam
Disperindag dan SK4 Grebek Gudag Garam (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Dinas Perdagangan Kota Padang bersama tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) melakukan penggerebekan terhadap gudang garam di Jalan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang , Jumat 26 Mai 2017 sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/14963/ini-alas-cv-tani-makmur-kurangi-isi-garam

baca juga: Spesimen Berkurang, Angka Positivity Rate Covid-19 Sumbar Capai 16 Persen

Penggerebekan tersebut dilakukan karena adanya dugaan pengurangan berat garam yang tidak sesuai dengan isi yang diterakan.

"Awalnya kami mendapatkan laporan dari masyarakat terkait isi garam yang dikurangkan oleh CV Tani Makmur ini," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang , Endrizal.

baca juga: Pemko Padang Imbau Warga Rutin Vaksin Hewan Peliharaan

Setelah dilakukan penggerebekan di lokasi tersebut, pihaknya menemukan garam yang ada di lokasi sesuai dengan laporan yang ia terima dari masyarakat. Berdasarkan temuan dinas terkait dan tim SK4 didapatkan bahwa garam yang seharusnya setiap bungkus plastiknya memiliki berat 200 gram, namun setelah ditimbang jauh berkurang, sehingga dapat dikatakan pihak gudang telah merugikan konsumen.

"Setelah kami lakukan pengecekan, berat garam tersebut dibanding yang tertera di bungkusnya berkurang sekitar 40 persen," sambungnya.

baca juga: Diprotes Warga Soal Pencarian Korban Tenggelam di Pessel, Ini Kata BPBD dan Basarnas

Isi dari garam yang dijual oleh CV tersebut hanya sebanyak 60 persen dari berat seharusnya dan pihak Dinas Perdagangan Kota Padang akan memberikan sanksi terkait hal tersebut.

Sebagai barang bukti pihak terkait membawa sebanyak lima plastik bersar atau lebih kurang 50 kantong kecil garam siap edar ke kantor Disperindag.

baca juga: Program Sapi Bunting, Dinas Pertanian Kota Padang Siapkan Anggaran Rp100 Juta Untuk Peternak

"Kami akan memberikan sanksi kepada pemilik agar hal yang sama tidak terjadi lagi," lanjutnya.

Meskipun begitu, Endrizal belum mengemukakan sanksi yang akan diberikan kepada pemilik gudang garam yang telah melakukan hal tersebut sejak tiga bulan terakhir.

"Tadi kami hanya memberikan surat peringatan dan untuk tindakan selanjutnya kami akan melakukan proses terlebih dahulu," jelasnya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri