Masa Hukuman Habis, Ratu Mariyuana Dideportasi ke Australia

ilustrasi deportasi
ilustrasi deportasi (istimewa)

DENPASAR, KLIKPOSITIF -- Schapelle Corby, perempuan asal Australia yang dijuluki Ratu Mariyuana hari ini bebas dari hukuman yang menjeratnya. Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali , Ida Bagus Adnyana menjelaskan, masa bimbingan atau hukuman bagi Corby telah berakhir Sabtu kemarin.

Dia menjelaskan, serah terima dari pihak Bapas kepada Imigrasi Ngurah Rai telah dilakukan. Sabtu kemarin, Corby dipulangkan ke negara asalnya. "Ya benar, masa bimbingannya telah habis," kata Adnyana.

baca juga: Windy Cantika Aisah, Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo

Seperti diketahui, Corby menjalani pembebasan bersyarat yang ditangani oleh Menteri Hukum dan HAM pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014. Perempuan ini menjalani bebas bersyarat ini selama tiga tahun.

Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada tahun 2005 karena telah membawa barang haram sebanyak 4,1 Kilogram. Corby telah membawa ganja pada tahun 2004 lalu yang disimpan di papan surfing miliknya.

baca juga: Jutaan Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Tanah Air, Bakal Percepat Vaksinasi Gotong Royong

Saat melintas di mesin pemindai, petugas mendapati kecurigaan dari barang bawaan perempuan cantik tersebut. Benar saja, setelah diperiksa ternyata dalam papan body board tersebut terdapat ganja sebanyak 4,1 kilogram.

[Bobby Andalan]

baca juga: Viral SBY Muncul di Film The Tomorrow War, Warganet: Keren Ini Film

Penulis: Agusmanto