Tim Audiensi Dirjen Otoda Kemendagri Berkunjung ke Pasaman

Tim Audiensi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri berkunjung ke Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman
Tim Audiensi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri berkunjung ke Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Tim Audiensi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri berkunjung ke Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman melihat pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah setempat, Kamis 17 Maret 2016.

Tim dipimpin Gensly bersama empat anggota. Selain berkunjung ke pusat pemerintahan daerah Pasaman , mereka juga turun ke sejumlah titik pembangunan yang didanai oleh Program Partisipatif Berbasis Nagari (P2BN).

baca juga: Kabupaten Solok Bakal Vaksinasi Covid-19 Massal, Menolak Akan Disanksi

Kabag Pemerintahan Umum Setda Pasaman , Hermansyah, menjelaskan kedatangan tim audiansi terkait dengan adanya fax dari Dirjen Otda Kemendagri atas usulan penerimaan penghargaan tentang kabupaten berkinerja tinggi tiga tahun berturut-turut.

“Karena daerah kita sudah tiga tahun berturut-turut dapat penghargaan Nasional, sebagai daerah berkinerja tinggi, maka kita diberi peluang untuk mendapatkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang akan diserahkan pada rangkaian memperingati hari otonomi daerah tahun 2016 pada 25 April 2016.

baca juga: 10 Orang Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Bupati Minta ASN Terapkan Prokes Saat Pelayanan

“Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, kita diminta untuk mempersiapkan profile daerah selama 3 tahun berturut-turut tersebut, namun bisa saja penghargaan ini batal kalau kepala daerahnya terlibat atau tidak dalam kasus korupsi,” sebut Hermansyah.

Tim meninjau sejumlah titik proyek P2BN karena P2BN menjadi best practise program unggulan daerah yang hanya ada di Kabupaten Pasaman dan diangkat ke tingkat nasional untuk dijadikan percontohan bagi daerah lainnya.

baca juga: Ratusan Karyawan PLN Group di Sumatera Barat Lakukan Vaksinasi Tahap I

P2BN ini mengadopsi prinsip-prinsip pembangunan yang ada pada PNPM, dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk mengusulkan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi pembangunan.

Ia meminta, perlunya kerja maksimal untuk menyelesaikan dokumen EKPPD, sehingga tidak hanya data yang lengkap yang tersaji. Namun juga perlunya kedisiplinan. 

baca juga: Percepat Penanganan Covid-19, Menkeu Dorong Akselerasi Penggunaan Anggaran

“Kita mempertahankan itu yang sulit, oleh karena itu perlu juga perhatian serius dalam mempersiapkan kelengkapan Indikator Kinerja Kunci  (IKK) SKPD karena dokumen EKPPD terhadap LPPD,” terangnya.

LPPD selama 2012, 2013 dan 2014 berturut-turut berstatus berprestasi kinerja sangat tinggi atau tertinggi secara nasional.

“Rencananya pada 22 Maret nanti, tim dari Kemendagri bakal turun lagi ke Pasaman ,” sebutnya. [Man. St Pambangun]

Penulis: Elvia Mawarni