HARDIKNAS: SMKN 2 Guntal Solok Bertekad Cetak Lulusan Siap Bersaing Kerja

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Gunung Talang (Guntal), Mahyunis
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Gunung Talang (Guntal), Mahyunis (KLIKPOSITIF/ ER Chaniago)

KLIKPOSITIF - Pendidikan tidak lagi menjanjikan masa depan cemerlang tanpa dilandasi life skil (kemampuan hidup) karena persaingan dunia kerja saat ini menuntut kemampuan seseorang pada suatu bidang. Bukan sebatas rangking dalam buku.

"Hal ini momentum meningkatkan kualitas pendidikan anak Bangsa. SMKN 2 Gunung Talang menerapkan proses dengan mengedepankan praktek dibanding teori untuk meningkatkan kelulusan," tutur Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Gunung Talang (Guntal), Mahyunis Senin, 2 Mei 2016.

baca juga: Wagub Sumbar Upayakan Normalisasi Sungai Batang Sumani Solok

SMK yang sudah berumur delapan tahun ini akan menerapkan proses dengan mengedepankan praktek dibanding teori. "Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), hanya sekitar 35 persen bicara teori. Selebihnya atau sekitar 65 persen siswa dituntut berkarya sesuai dengan jurusan masing-masing," ungkapnya.

Sebagai SMK 'muda', SMKN 2 Guntal hanya fouks kepada tiga mata pelajaran yakni Teknik Audio Video (TAV), Akuntansi dan Pemasaran. "Di Gunung Talang ada 2 SMKN, makanya kita tidak membuka jurusan teknik otomotif, kelistrikan maupun pertukangan. Karena jurusan itu sudah ada di SMKN 1," terang Mahyunis.

baca juga: MA Kabulkan Permohononan LKAAM Sumbar, KPAI Dorong 3 Kementerian Cari Jalan Lain

Ia mengaku, sejak mulai berdiri, minat siswa-siswi untuk bersekolah di SMKN 2 Guntal cukup meningkat. Setidaknya, hari ini tercatat sebanyak 243 siswa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu menuntut ilmu di Sekolah yang memiliki 11 unit lokal belajar dengan 3 unit labor itu.

Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan Tahun 2008 silam yang hanya berkisar 95 orang untuk 3 lokal. Sedangkan tenaga pengajar mencapai 36 orang. "Tahun ini, ada 65 orang lulusan SMKN 2 yang akan lulus. Ini angkatan ke-6," katanya.

baca juga: Pemkab Pessel Gratiskan Biaya Pendidikan SD dan SMP, Anggarannya Rp5,4 Miliar

Ketersediaan labor memang sangat membantu aktifitas siswa-siswi di SMKN 2 Guntal. "Karya siswa sudah dapat dimanfaatkan. Seperti siswa jurusan TAV, telah mampu membuat ampli, speker dan langsung mencetak kotak speaker. Semuanya bahkan sudah bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Selain itu, siswa juga telah mampu memperbaiki Televisi, sehingga sudah bisa dikatakan matang dan terjun ke dunia kerja. "Tapi, kita belum pasarkan. Sebab, semua ini baru untuk kebutuhan ujian dan mengukur kemampuan siswa," kata Mahyunis.

baca juga: Bupati Pessel Minta Camat dan Wali Nagari Sampaikan Ini pada Masyarakat

Pada jurusan pemasaran, siswa-siswi di SMKN 2 Guntal juga membentuk Bank mini yang berfungsi sebagai tempat menabung dan simpan-pinjam siswa selama bersekolah di SMKN 2 Guntal.

Sekolah juga menyediakan kafe sekolah yang disulap seperti kafe-kafe konvensional. "Semuanya untuk mendidik siswa berproses. Untuk dilepas ke dunia kerja usai tamat sekolah," kata Mahyunis.

Berbekal kemampuan tersebut, Mahyunis optimis lulusan SMKN 2 Guntal dapat menerjang kerasnya persaingan dunia kerja. Ia juga menganjurkan agar para lulusan dapat menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak perusahaan yang menjadi tempat Praktek Lapangan (PL) semasa Sekolah. "Kalau siswa berkemampuan, saya yakin akan dipanggil dan diberi kesempatan bekerja di tempat PL nya dulu," katanya.

Ia juga menekankan kepada siswa jangan sampai bermimpi setamat sekolah langsung dapat kerja. Sebab, persaingan semakin ketat. Apalagi, banyak tamatan Perguruan Tinggi jadi pengangguran, apalagi tamat SMK.

"Kalau kita tidak punya life skill, jangan harap bisa bersaing. Nah, dengan banyak praktek ini saya berharap siswa bisa bersaing," tutur kepala sekolah yang sudah menjabat selama tiga tahun itu.

[ER Chaniago]

Penulis: Fitria Marlina