Hati-hati, Menyalakan Mercun Langsung Ditahan Polisi

ilustrasi mercon
ilustrasi mercon (istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Bulan Ramadan identik dengan memperbanyak ibadah, tapi sebagian remaja juga memanfaatkan dengan kegiatan yang tidak bermanfaat dan merugikan orang lain, salah satunya meledakkan mercon atau petasan. Tidak terkecuali di Kota Padang .

Terpantau di beberapa lokasi yang ada di Kota Padang , aksi meledakkan petasan ini sudah menjadi sebuah tradisi bagi para remaja. Bahkan, warga pun sudah mulai terganggu dengan aktifitas tersebut.

baca juga: Bertahan Ditengah Pandemi, Penjual Salad Buah Tingkatkan Omsed dengan Inovasi dan Manfaatkan Digital Marketing

Padahal, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun sudah mengeluarkan larangan penggunaan mercon yang telah diatur dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Bagi yang tetap bermain mercon akan dilakukan penahanan sampai setelah Lebaran agar khusyuk berpuasa dan Idulfitri-nya, ini serius," ucap Kapolri beberapa waktu lalu di Jakarta.

baca juga: Seorang Wartawan dan Satu Rekannya Dikeroyok OTK di Kota Padang

Ditambahkannya, kepolisian akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap produsen dan pedagang mercon atau sejenisnya sepenjang bulan Ramadan 1438 Hijriah ini.

Sementara, Wakil Walikota Padang , Emzalmi mengatakan, aksi meledakkan mercon sama saja dengan tindakan mengganggu ketertiban umum. Hal tersebut juga bertentangan dengan Perda Tibum yang sudah digadangkan oleh Pemko Padang .

baca juga: Pertama di Indonesia, Radio Classy FM Padang 'Siaran Langsung' dari Gerbong Kereta yang Sedang Berjalan

"Sudah ada instruksi kepada para pedagang agar tidak menjual petasan dan juga ada peringatan keras untuk membakar petasan di tempat umum," ucapnya.

Disebut Emzalmi, saat ini Pemko sudah membentuk tim khusus di setiap kecamatan yang terdiri dari personel Satpol PP, SK4 dan polisi serta aparat kecamatan setempat. Kata Emzalmi, sanksi yang didapat oleh pelaku akan sangat berat.

baca juga: Atasi Learning Loss, Disdik Padang Berharap Kepada Guru

"Selain kita mengeluarkan Perda, aparat kepolisian juga sudah mendapat atensi untuk mengatasi permasalahan ini," tutupnya. (*)

Penulis: Agusmanto