Bukittinggi Kembali Terima Duplikat Sangsaka Merah Putih

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima bendera Sangsaka Merah Putih
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima bendera Sangsaka Merah Putih (Dokumentasi Pemko Bukittinggi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF --Pemerintah Kota Bukittinggi mendapat 'kado spesial' dari Istana Negara Indonesia. Hadiah itu berupa sehelai bendera Merah Putih . Bendera ini bukanlah bendera sembarangan, sebab merupakan duplikat dari Sangsaka Merah Putih .

Menurut Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, hanya ada tiga kota di Indonesia yang berhak mendapat duplikat Sang Saka.

baca juga: Fisik Pemain Digenjot, Pekan Depan PSKB Bukittinggi Agendakan Dua Uji Coba

Bukittinggi , Jakarta dan Jogyakarta, hanya tiga kota saja yang berhak menyimpan bendera ini," ucap Ramlan bangga, usai prosesi penerimaan Sangsaka Merah Putih di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi kawasan Belakang Belakang Balok, Sabtu 3 Juni 2017.

Bukittinggi berhak mendapatkan, sebab berdasarkan sejarah, disinilah bekas Ibu Kota Republik, selain itu Bukittinggi juga menjadi kota kelahiran dari Proklamator Bung Hatta.

baca juga: Jelang Liga 3 Nasional, PSKB Bukittinggi Datangkan Mantan Pelatih Fisik Timnas

‘’Tidak pernah diberikan ke kota lain," lanjut Ramlan.

Bendera ini, datang sehari sebelumnya setelah menempuh perjalanan jauh dari Istana Negara.

baca juga: Suku Guci Bukittinggi Helat Acara Batagak Pangulu Datuak Nan Rambai

Sebelumnya, pada 29 Mei 2017, Pemerintah Bukittinggi mengirimkan utusannya untuk menjemput duplikat bendera Merah Putih .

Beni Yuneldi Anggota Purna Paskibraka Bukittinggi menjelaskan, bendera sebelumnya sudah rusak, sehingga perlu dicari pengganti yang baru.

baca juga: Ingin Melarikan Diri dari Sergapan Polisi Bukittinggi, Pelaku Kasus Narkoba Panjat Tembok Rumah

‘’Nah, yang ini jadi pengganti yang sudah kita usulkan ke Pusat dan kita jemput langsung ke Istana," sebutnya.

Menurut Beny, bendera ini punya keistimewaan tersendiri dibanding bendera lainnya.

“Kalau bendera lain kan antara warna merah dan putih, dihubungkan dengan sebuah jahitan. Yang buat kita, menyatu dan terbuat dari bahan khusus,’’ ujar Beny.

Karena merupakan duplikat dari yang asli, bendera ini punya ukuran persis dengan pendahulunya yang dijahit oleh Fatmawati. Tingginya 2 meter dengan lebar 3 meter.

Kata Beni, seingatnya, Bukittinggi sudah menggunakan tiga bendera duplikat.

“Yang rusak, kita antar dan kita tukarkan dengan yang baru dan kita simpan di rumah dinas Wali Kota,’’ pungkasnya.

Selanjutnya, bendera ini akan digunakan pada Upacara 17 Agustus 2017 mendatang.

[Hatta Rizal]

Penulis: Iwan R