Jelang Arus Mudik, Jalan Nasional di Pessel Dipenuhi Tumpukan Material

Kondisi Jalan Nasional di Pessel.
Kondisi Jalan Nasional di Pessel. (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Pengerjaan ruas Jalan Nasional di lintas Sumatera bagian barat, Kabupaten Pesisir Selatan harus bisa dikebut menjelang arus mudik lebaran tahun ini. Sebab, sebagian titik ruas jalan ini masih ditemukan tumpukan material di beberapa lokasi, Senin 5 Juni 2017.

Pantauan KLIKPOSITIF , tumpukan material banyak ditemukan di sekitar lokasi pengerukan ruas Jalan Nasional , tepatnya di kawasan Bukit Pulai-Batangkapas serta kawasan Bukit Ransam-IV Jurai. Di kawasan ini, sebagian badan jalan menjadi sempit dan membuat akses lalulitas menjadi tersendat.

baca juga: 8 Orang Warga di Pessel Kembali Terpapar COVID-19, Semuanya dari Lengayang

"Seharusnya, tumpukan material itu harus bisa cepat dibersihkan. Sebab, orang mau mudik , apakah tidak akan mengganggu akses lalu lintas saat mudik nanti," sebut Mardian (33), seorang pengendara ditemui KLIKPOSITIF di lokasi.

Menurutnya, sesuai dengan jalannya masa Ramadan 1438 hijriah sekitar sepekan lagi, arus jalan akan mulai diramaikan para pemudik. "Kalau kondisi sampai Lebaran tetap seperti ini, dipastikan jalan akan macet nanti. Ini bisa memicu kecelakaan, karena kondisi jalan yang sempit dan rusak di sepanjang area tersebut," sebutnya.

baca juga: Berbeda Dari Tahun Lalu, Begini Susunan Upacara 17 Agustus Pemkab Pessel Tahun Ini

Sementara itu, Kepala Teknis Lapangan KSO Yasa-Conbloc, Wiwit mengatakan, sebagai pihak kontraktor akan berupaya untuk membersihkan tumpukan material yang menyempit di badan jalan tersebut. Dari sekian banyak tumpukan material bekas pengerukan, ternyata belum bisa dikerjakan karena terkendala pembebasan lahan.

"Kami siap untuk mengangkat tumpukan material yang menyempit di badan jalan itu. Tapi, kendala sebagian tumpukan material itu masih ada yang belum diselesaikan pembebasan lahannya," terangnya.

baca juga: Belum Jelas Kapan Bukittinggi Akan Memulai Sekolah Tatap Muka

Menurutnya, lambannya penyelesaian pembebasan lahan masyarakat di daerah itu mengakibatkan proses pengerjaan jalan terlihat terkatung-katung saat ini. "Pembabas lahan itu ditangani PU Provinsi. Kami hanya sebagai kontraktor mengerjakan apa yang bisa dikerjakan," pungkasnya.

[Kiki Julnasri Priatama]

baca juga: 11 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Total Jadi 36

Penulis: Agusmanto