Ini Jarak Penginapan Jamaah Haji Dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

BATAM, KLIKPOSITIF -- Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis memastikan penyediaan seluruh layanan jemaah haji di Arab Saudi sudah selesai, baik yang terkait akomodasi, transportasi, maupun katering.

Untuk layanan akomodasi, Sri Ilham mengatakan bahwa seluruh akomdasi yang disewa minimal setara dengan hotel bintang tiga. Untuk di Makkah, jarak terjauh dari Masjidil Haram adalah 4.398 meter. Sedangkan di Madinah, jarak terjauh dari Masjid Nabawi adalah 1200 meter.

baca juga: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hampir 80 Persen, Presiden: Semoga Bisa Diuji Coba Akhir Tahun

"Tim sudah menyelesaikan pengadaan layanan akomodasi sesuai pedoman yang ada. Ada 154 hotel di Makkah yang berada pada enam wilayah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, Misfalah, Mahbas Jin, dan Aziziah," ujarnya saat memberikan paparan pada Sosialisasi Peningkatan Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi 1438H/2017M di Batam, Rabu (07/06), seperti dilansir darai laman Kementerian Agama.

Menurut Sri Ilham, hotel jemaah haji Indonesia terdekat Masjidil Haram berada di Jarwal dengan jarak 963 meter. Sedang wilayah dengan jumlah jemaah haji Indonesia terbanyak berada di Mahbas Jin yang mencapai 47.877 jemaah. "Di sini nanti bisa seperti perkampungan orang Indonesia," tuturnya.

baca juga: Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Capai 35,34 Miliar Dolar AS

"Hotel dengan kapasitas terkecil di Mahbas Jin untuk 328 orang, sedang terbesar di Jarwal untuk 21.801 orang," sambungnya.

Sebagaimana tahun sebelumnya, lanjut Sri Ilham, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan bus salawat untuk jemaah yang tinggal di hotel dengan jarak sama 1500 meter ke atas.

baca juga: Pariaman Terpilih Sebagai Salah Satu Kota Smart City

Namun demikian, ada juga hotel dengan jarak kurang dari 1500 meter yang mendapatkan layanan bus salawat, utamanya yang berada pada wilayah dengan kondisi tanah menanjak.

"Kita ingin memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Bus Salawat disiapkan 24 jam untuk mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembali ke hotel. Kapan jemaah akan ke Majidil Haram, bus siap," kata Sri Ilham.

baca juga: Politisi NasDem: Jangan Hanya Fokus Penanganan Pandemi Covid-19, Imunisasi Dasar Lengkap Penting

Tidak hanya di Makkah, layanan akomodasi di Madinah juga sudah siap. Sri Ilham mengaku bahwa ada tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan akomdasi di Madinah. Selain karena kuota jemaah seluruh negara kembali normal, jumlah hotel di sekitar Masjid Nabawi juga tidak bertambah, bahkan berkurang karena terdampak rencana perluasan masjid.

"Saat ini ada hotel dengan kapasitas 50ribu di kawasan masjid Nabawi yang dibongkar. Saudi sudah mulai melakukan pembangunan untuk merelokasi hotel di wilayah Markaziah ke terminal hijrah," ujar Sri Ilham.

Akibat dari itu, ketersediaan hotel di wilayah Markaziah menjadi terbatas. Persaingan semakin ketat seiring Iran yang tahun lalu tidak mengirim jemaah, kini langsung melakukan blocking sewa satu musim sehingga tidak bisa ditempati negara lain. Apalagi, harga yang ditawarkan Iran juga sangat tinggi sehingga mengacaukan harga pasar perhotelan di Saudi.

"Di tengah tantangan yang berat, tim akomodasi mampu menyediakan hotel untuk kebutuhan jemaah dengan jarak terjauh 1.200 meter dari Nabawi," jelas Sri Ilham.

Ketua tim pengadaan layanan akomodasi di Arab Saudi, Nasrullah Jassam menjelaskan bahwa total ada 131 hotel yang telah disewa di Madinah. Dari jumlah itu, 95 persen hotel berada pada jarak kurang dari 600 meter dari Masjid Nabawi. Sisanya atau 5% berada pada jarak 700 1200 meter, dengan rincian: 17 hotel berada pada jarak di atas 600 meter, 3 hotel pada jarak 1000 1150 meter, sedang satu hotel pada jarak 1200 meter.

"Ada empat hotel yang bareda pada jarak di atas 1 kilometer dan itu akan disediakan layanan bus salawat," tuturnya. (*)

Penulis: Eko Fajri