Indonesia Siap Berkontribusi Selesaikan Masalah Timur Tengah

Menlu Retno Marsudi
Menlu Retno Marsudi (setkab)

KLIKPOSITIF -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah melakukan komunikasi via telepon, antara lain dengan Menlu Arab Saudi, Qatar , Kuwait, Turki dan Iran sebelum menuju ke Jakarta via Doha, Rabu (7/6), guna membahas perkembangan di kawasan Timur Tengah (Timteng) terkait pemutusan hubungan sejumlah negara dengan Qatar .

“Saya membahas dengan para Menlu Timur Tengah mengenai perkembangan kawasan dan menyampaikan pandangan serta kesiapan Indonesia untuk berkontribusi,” kata Retno yang kini sedang berada di Doha, Qatar .

baca juga: Kalung Antivirus Corona Tak Cukup Bukti, Ahli: Kalau Buat Jualan Emang Laku

Setelah mendapatkan pandangan para Menlu Timur Tengah mengenai situasi kawasan, dalam komunikasi tersebut Menlu Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan Indonesia mengenai perkembangan situasi di kawasan.

Lebih lanjut, Menlu menekankan pentingnya agar negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan. Menlu mengharapkan negara negara yang secara langsung terlibat dalam situasi ini, mengedepankan dialog dan rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah.

baca juga: Jawab Keraguan Eucalyptus Sebagai Antivirus, Kementan RI: Secara Ilmiah Bisa Dibuktikan

Indonesia siap berkontribusi untuk itu,” kata Retno.

Menlu berada di Doha, Qatar untuk trasit dalam perjalanan kembali dari kunjungan kerja ke Nigeria. Saat berada di Doha itu, Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Dubes RI untuk Qatar , guna mendapatkan laporan terkait situasi terkini dan keadaan WNI di Qatar .

baca juga: Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: di Luar Akal Sehat

Sebagaimana diketahui situasi di Timur Tengah menjadi memanas setelah secara tiba-tiba Arab Saudi memutuskan hubungan dengan negara tersebut. Sikap Arab Saudi itu diikuti oleh sejumlah negara, yaitu Mesir, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain, dan Maladewa.

Sementara itu Dubes RI di Qatar Muhamad Basri Sidehabi menyampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih normal. Ketersediaan bahan makanan dan barang di supermarket dan toko juga masih normal.

baca juga: Tidak Terawat, UMSB Rencana Bangun Replika Markas Syafruddin Prawiranegara di Koto Tinggi Limapuluh Kota

Dubes RI juga telah melakukan komunikasi dengan kelompok kelompok WNI di Doha untuk memastikan kondisi WNI dan menyampaikan kesiapan KBRI untuk memberikan perlindungan. Dalam rangka meningkatkan perlindungan, telah dibentuk Satgas khusus.

“Saya harapkan WNI di Qatar untuk segera melakukan komunikasi dengan KBRI jika membutuhkan bantuan,” tutur Menlu Retno.

Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke KBRI per Juni 2017 ada sekitar 29 ribu. Hotline KBRI yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan dan informasi: +974 3332 2875. (*)

Sumber: Sekretaris Kabinet

Penulis: Eko Fajri