Penarikan Tarif Parkir Tidak Sesuai Perda, Wako: Jangan Sampai Rusak Citra Daerah

Parkir yang memakan setengah badan jalan di depan Bundo Kanduang, Pasar Raya Solok.
Parkir yang memakan setengah badan jalan di depan Bundo Kanduang, Pasar Raya Solok. (Istimewa)

SOLOK KOTA , KLIKPOSITIF -Persoalan parkir di Kota Solok , masih saja menjadi 'Pekerjaan Rumah' yang tak kunjung selesai di Kota Solok . Bukan hanya sekedar lokasi parkir yang sempit dan memakan badan jalan yang dikeluhkan pengguna jalan namun tarif parkir yang melebihi dan tidak sesuai ketentuan membuat masyarakat merasa dirugikan.

Dan anehnya, Kondisi seperti ini sudah lama berlansung, terutama di sejumlah titik kawasan pasar raya Solok dan sekitarnya, Seolah tidak pernah diperhatikan secara serius oleh pemerintah Kota Solok . Padahal Kota Solok sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur terkait tarif parkir.

baca juga: PKSI Kota Solok Bantu Baju Hazmat Untuk Petugas BPBD

Tidak adanya penanganan serius dari pemerintah Kota Solok melalui dinas terkait seolah meninggalkan kesan pembiaran, kondisi ini secara tidak lansung terus menggerogoti nama baik daerah. Apalagi yang menjadi pengguna jasa parkir tidak hanya masyarakat Kota solok namun juga dari daerah lain.

Polemik panjang pengelolaan sistem parkir di Kota beras Serambi Madinah hanya berbuntut gunjingan dari mulut ke mulut masyarakat‎ yang merasa dirugikan. Rela tak rela, mau tidak mau. Mereka terpaksa membayar tarif jasa parkir sesuai yang diminta oleh pengelola. Meskipun tahu berapa parkir sesuai perda.

baca juga: Kota Solok Kembali Raih KLA Kategori Madya

Tarif retribusi parkir‎ yang diatur dalam Perda Nomor 2 tahun 2012 jelas-jelas tertera Rp. 1000 untuk kendaraan roda dua dan Rp. 2000 untuk kendaraan roda empat atau lebih. Namun dalam penerapannya dilapangan, sudah menjadi rahasia umum, pemilik kendaraan justru harus membayar tarif parkir melebihi peraturan tersebut.

Kondisi itu, sudah seperti penyakit menahun dan sudah berlangsung lama semenjak Peraturan daerah tentang parkir diterbitkan namun seakan tidak pernah menjadi persoalan oleh Pemko Solok meski warga sudah kerap menyampaikan keluhan.

baca juga: Usaha Kambing Hantarkan Hendra Saputra Wakili Kota Solok di Tingkat Provinsi

Wakil Wali Kota Solok , Reinier menanggapi keluhan warga mengakui memang keluhan tentang tarif parkir, khususnya di kawasan Pasar Raya Solok yang dipungut melebihi ketentuan bukan persoalan baru lagi. Reinier meminta dinas terkait untuk segera menyikapi persoalan parkir yang sudah lama terjadi di Kota Solok .

Apalagi kondisi sekarang disuasana bulan puasa, banyak pengunjung yang datang ke Pasar Raya Solok . Selain menjaga pengaturan parkir kendaraan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, petugas juga harus mengawasi tarif parkir yang dipungut oleh petugas.

baca juga: Wawako Solok : Generasi Muda Harus Tetap Produktif di Masa Pandemi

"‎Dengan pemungutan tarif parkir yang tidak sesuai dengan peraturan Daerah (Perda) jelas akan sangat merugikan daerah, apalagi bukan hanya masyarakat dalam daerah yang menggunakan jasa parkir namun juga Warga luar daerah, tentu akan membawa kesan buruk tentang Kota Solok ," ungkap Reinier saat disinggung terkait pengelolaan parkir, Selasa 6 Juni 2017.

Apalagi saat ini, Pemko Solok tengah berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar daerah maupun wisman melalui berbagai event, untuk mewujudkan Kota Solok sebagai Kota Tujuan Wisata 2020. Seharusnya, semua pihak harus menyadari apa yang menjadi tujuan pemerintah.

Menurut Reinier, pengelolaan parkir kedepannya tidak akan ada lagi sistem tender, sebab akan memicu meningkat drastisnya Harga Pagu Pengelolaan parkir, Sehingga pemenang tender terpaksa untuk menarik tarif parkir demi mengejar setoran dan juga keuntungan.

Diakui Reinier, Pendapatan yang masuk ke khas daerah dari tender parkirpun tidak begitu besar, Hanya kisaran 1,5 Milyar dalam setahun namun dampak pengelolaannya yang tidak maksimal dan tertib apalagi terbatasnya lahan parkir, sangat tidak seimbang dengan keluhan dan ketidak nyamanan masyarakat.

"Saya minta kepada dinas terkait agar pembenahan persoalan parkir betul-betul menjadi perhatian, dan tidak hanya sekedar teori belaka, sebab persoalan parkir ini sudah lama berlangsung dan sampai saat ini masih saja terjadi serta terkesan dibiarkan," tutup Reinier.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Solok Herdiyulis meminta pemerintah Kota Solok untuk serius membenahi persoalan parkir yang sudah lama mengakar di sejumlah titik terutama di ruas jalam sekitar kawasan pasar raya Solok .

"Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Solok , tarif parkir sudah ditentukan berdasarkan jenis kendaraannya. seribu rupiah bagi kendaraan Roda dua dan Rp.2 ribu bagi kendaraan roda empat, namun penerapannya berbeda di lapangan, menunggu ketegasan pemko," ungkap Herdiyulis.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah