PM Israel Serukan Hubungan Diplomatk dengan Indonesia

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung (http://setkab.go.id/)


KLIKPOSITIF - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu meminta Pemerintah Indonesia agar membuka hubungan resmi dengan Israel . Menurutnya, kedua negara memiliki banyak peluang kerjasama.

Dilansir dari laman setkab, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, Indonesia berpegang teguh pada prinsip yang ada di dalam konstitusi dan juga founding fathers, bahwa Indonesia akan lebih mengutamakan untuk kemerdekaan Palestina.

baca juga: Fadli Zon: Dunia, Jangan Lupakan Palestina

"Kalau kemerdekaan itu bisa dilakukan, artinya tuntutan kita dipenuhi, maka Indonesia tentunya juga dengan terbuka memikirkan," kata Seskab Pramono Anung di Jakarta, Selasa.

Seskab menegaskan, kalau kemerdekaan Palestina itu bisa dilakukan, maka Indonesia juga terbuka memikirkan hubungan resmi dengan Israel .

baca juga: Situasi Kemanusiaan di Afghanistan Memburuk, Jokowi : Kami Siap Memfasilitasi Dialog Antara Ulama

Ia menyebutkan memikirkan, bukan menyetujui, karena bagaimanapun Indonesia tidak mau terjebak dalam persoalan itu. "Yang paling penting adalah spirit memerdekakan Palestina menjadi prioritas Indonesia saat ini," jelasnya.

Sebelumnya, PM Benjamin Netanyahu menyampaikan keinginannya untuk membuka hubungan resmi dengan Indonesia saat menerima kunjungan sejumlah wartawan Indonesia , ke negaranya Senin (28/3) kemarin.

baca juga: Kabar Baik, Penerbangan Indonesia Bisa Langsung ke Arab Mulai 1 Desember Mendatang

"Sudah waktunya menjalin hubungan resmi antara Indonesia dan Israel . Kami memiliki banyak peluang kerjasama bilateral, khususnya di bidang teknologi air dan teknologi tinggi,” kata Netanyahu.

Ia menyebutkan, separuh negera Israel merupakan gurun pasir. Hujan pun tak banyak di sini. Namun Israel tak kekurangan air, bahkan punya pasokan berlebih bagi negara tetangganya. "Semua butuh air, begitu pula Indonesia . Kita bisa kerja sama di sana," ujarnya.

baca juga: MUI Dorong Pembatasan Hak Veto AS di PBB Untuk Selesaikan Masalah Palestina

Netanyahu juga menyebut bahwa kedua negara memiliki kepentingan dalam memerangi teror. "Sudah waktunya untuk mengubah hubungan ini dengan alasan yang sangat relevan yang mengacu pada upaya mencegah aksi terorisme ," tambah Netanyahu.

Ia juga mengatakan bahwa Yerusalem dan Jakarta adalah “sekutu” dalam melawan ancaman terorisme.

Penulis: Fitria Marlina