Pemerintah Luncurkan "Laku Pandai" Untuk Pembayaran Zakat

ilustrasi
ilustrasi (net)

JAKARTA, KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo meluncurkan pembayaran zakat melalui Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), Rabu (14/6) di Istana Negara. BAZNAS bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan inklusi zakat dalam program penghimpunan zakat melalui agen Laku Pandai sebagai salah satu inovasi dalam pengembangan zakat Indonesia.

Ketua Dewan Koisioner OJK Muliaman Hadad mengatakan Zakat juga memiliki keterkaitan dengan inklusi keuangan karena zakat dan inklusi keuangan memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan.

baca juga: Baznas Pariaman Berikan Bimtek pada UPZ Desa Kelurahan

"Presiden dan Wakil Presiden, OJK serta BAZNAS telah menandatangani Nota Kesepahaman dan perjanjian kerja sama mengenai sinergi pengembangan inklusi zakat dengan program literasi dan inklusi keuangan,” kata Muliaman Hadad.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi zakat secara lebih luas dengan menyediakan akses yang lebih tersebar dan menyediakan cara yang lebih mudah, khususnya dengan memanfaatkan berbagai layanan keuangan.

Dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi, saat ini terdapat 328.466 agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka keuangan inklusif ini. Dalam penyelenggaraannya, program ini dilaksanakan oleh 19 bank umum dan 2 bank umum syariah yang tersebar di 508 kabupaten/kota di 34 provinsi.

"Laku Pandai ini juga telah digunakan untuk proses penyaluran bantuan sosial, saat ini terdapat 1.660 agen Laku Pandai yang juga merangkap sebagai agen e-warung dengan setiap agennya melayani kurang lebih 100 keluarga penerima manfaat, “ jelas Muliaman.

Dengan pemanfaatan agen Laku Pandai dalam pelaksanaan zakat ini diharapkan memilki beberapa manfaat, pertama mempermudah proses pembayaran zakat dari para pembayar zakat (Muzakki) dan membantu proses penyaluran zakat kepada penerima zakat di wilayah setempat. Kedua, menyediakan sejumlah akses pembayaran dan penyaluran zakat , infak, dan sedekah yang lebih luas dengan jumlah titik agen Laku Pandai yang cukup banyak.

Ketiga, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat dengan membuka akses dan produk layanan keuangan bagi para muzakih dan mustahik. Keempat, memperluas fungsi Laku Pandai untuk melakukan edukasi keuangan, terutama bagi agen yang memenuhi syarat untuk bersama-sama melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Penekanan tombol peluncuran pembayaran zakat melalui agen Laku Pandai dilakukan olep Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, dan Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo.

Sehubungan dengan itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS ) Bambang Sudibyo mengatakan dengan terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat berarti negara ikut serta dalam hal pengumpulan zakat .

"Maka, zakat baik pengumpulannya maupun pendistribusiannya sudah menjadi urusan negara,” kata Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo.

baca juga: Ditengah Pandemi, NU dan Muhammadiyah Sarankan Masyarakat Donasikan Dana Kurban Untuk Bantu Warga Terdampak

Bambang menamabahkan, dalam bidang pengumpulan zakat , BAZNAS mengupayakan berbagai inovasi layanan zakat agar lebih mudah melalui kanal perbankan, counter, dan jemput zakat . Ia juga mengatakan, BAZNAS menggandeng PT Pos Indonesia untuk membangun inklusi zakat yang semakin masif di masyarakat.

"Saat ini Baznas proaktif menyediakan layanan kemudahan berzakat digital dengan berbagai platform dan portal e-commerce untuk kemudahan berzakat, tidak hanya masyarakat Indonesia di tanah air tetapi juga di luar negeri,” jelas Bambang Sudibyo. (*)

Penulis: Eko Fajri