Jumlah Perokok di Inggris 7,6 Juta Orang

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF - Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris mencatat hampir 3 juta penduduk Inggris menggunakan e-cigarette pada tahun lalu.

ONS memetakan kebiasaan merokok orang-orang Inggris dan menemukan bahwa jumlah pengguna itu turun dari 17,2 persen populasi orang dewasa pada tahun 2015 menjadi 15,8 persen pada tahun 2016. Hal itu hampir turun hampir satu setengah persen.

baca juga: Seorang Perawat Dianiaya karena Ingatkan Pakai Masker di Kereta

Dilansir dari laman xinhua, pada tahun 2010, satu dari lima orang di Inggris merokok, dengan seperempat orang dewasa di Skotlandia. Artinya pada tahun 2016 sekitar 7,6 juta pria dan wanita di Inggris merokok.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang dewasa muda berusia 18 sampai 24 tahun mengalami penurunan terbesar dalam merokok atau turun 6,5 persen sejak 2010.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Irlandia Utara tetap menjadi daerah dengan jumlah perokok tertinggi, yakni 18,1 persen populasi orang dewasa. Di Skotlandia itu 17,7 persen dan di Wales 16,9 persen, dan Inggris menjadi jumlah perokok terendah, yakni 15,5 persen orang dewasa.

Lebih banyak orang di Skotlandia dan Wales telah berhenti merokok pada tahun lalu dibandingkan wilayah lain di Inggris . ONS menambahkan bahwa masih ada lebih banyak pria perokok, yakni 17,7 persen dari populasi pria, dan 14,1 persen wanita.

baca juga: Seperti Rokok, Ternyata 4 Sayuran yang Sering Dikonsumsi Ini Juga Mengandung Nikotin

"Sementara itu, 2,9 juta orang menggunakan e-rokok pada tahun 2016 mewakili 5,6 persen populasi orang dewasa," kata ONS. Mereka yang berusia 16 sampai 24 tahun, lebih mungkin mencoba rokok elektronik, dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih tua.

Menurut pejabat kesehatan di Inggris , merokok merupakan penyebab utama kematian yang dapat dicegah. Sebanyak 79 ribu kematian di Inggris pada tahun 2015 terkait dengan rokok . Kesehatan Masyarakat Inggris juga mengatakan pada tahun lalu sekitar 474 ribu pasien dirawat di rumah sakit terkait dengan penyakit akibat merokok.

baca juga: Vaksin Covid-19 Oxford Berpotensi Dapat Izin Sebelum Desember

Penulis: Fitria Marlina