Mulai Minggu Ini, Truk Besar Dilarang Melintas di Sumbar

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Mobil angkutan besar atau mobil barang jenis truk dilarang beroperasi mulai H-7 atau mulai minggu ini, hingga H+4 lebaran, mengingat semakin padatnya arus mudik lebaran 2017 .

"Peraturan ini guna memberikan kenyamanan kepada pemudik," ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran, Sabtu 17 Juni 2017.

baca juga: Dishub Padang Minta Masyarakat Laporkan Jika Melihat Ada Petugas Mereka Kerja Malam Hari, Ada Apa?

Ia mengatakan, jika ada truk beroperasi di luar ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi tegas.

"Sanksi itu berupa penilangan oleh pihak Kepolisian," katanya.

baca juga: Meresahkan Pengguna Jalan, Polsek Lubuk Kilangan Tertibkan Truk Parkir di Jalan Baru

Ia mencontohkan, truk yang dilarang melintas itu diantaranya truk yang mengangkut barang galian/barang tambang, seperti pasir, tanah, batu, dan batubara, serta mobil barang dengan muatan lebih 14.000 kilogram. Mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, serta mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan juga dilarang melintas.

Tambah Amran, tidak semua mobil angkutan barang yang dilarang melintas, karena ada kendaraan angkutan yang boleh tetap melintas pada masa lebaran, yang disebabkan kebutuhan strategis.

baca juga: Keluarkan Surat Edaran, Dishub Bukittinggi Larang Parkir di Jalan Minangkabau

"Untuk angkutan barang yang boleh melintas yakni, angkutan BBM, sembako dan mengangkut kebutuhan berupa bahan untuk pembangunan daerah," tukasnya.

Ditempat terpisah, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, kebijakan pembatasan truk itu dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan saat mudik lebaran di Sumbar, mengingat kondisi jalan di Sumbar masih banyak yang rusak.

baca juga: Sampai di Payakumbuh Kemarin, Truk Surat Suara Dibongkar Hari Ini

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R