Jamaah Syaathari di Pessel Mulai Lebaran Selasa Depan

Masjid tempat pelaksanaan ibadah Jamaah Tarekat Syaathari di Pessel.
Masjid tempat pelaksanaan ibadah Jamaah Tarekat Syaathari di Pessel. (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Jamaah Syaathari di Masjid Nurul Aman, Kampung Samudera, Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel )-Sumatera Barat berencana melaksanakan salat Idul Fitri 1438 Hijriah pada Selasa 27 Juni 2017 mendatang.

Imam Mesjid Nurul Aman, Amirrullah mengatakan, bahwa ketetapan jamaah Tarekat Syaathari dalam penentuan 1 Syawal 1438 Hijriah ini dengan cara menggenapkan bulan Ramadan terhitung 30 hari. Yang sebelumnya, Jamaah Syaathari ini juga sudah menilik awal bulan dengan jelas menggunakan mata telanjang.

baca juga: Longsor, Dua Unit Rumah Tertimbun dan Akses Jalan di Nyiur Melambai Pessel Tertutup Material

"Untuk 1 Syawal 1438 Hijriah ini jatuh pada Selasa 27 nanti. Pada 1 Syawal tahun ini kita menggenapkan Ramadan dengan 30 hari setelah memastikan tampak bulan di awal Ramadan kemarin," jelasnya saat diwawancara KLIKPOSITIF , Kamis 22 Juni 2017.

Menurutnya, ada sekitar ratusan jamaah Syaathari di Sutera berhari raya Idul Fitri pada hari Selasa itu. Diantaranya, di kecamatan ini terdiri dari Masjid Taqwa di Kampung Cimpu dan Masjid Kemuning Pasir Nan Panjang di Kenagarian Aurduri Surantih. "Sebab, kita masih satu jamaah," sebutnya.

baca juga: Dapat Anggaran Rp 22 Miliar, Pemkab Pessel Targetkan Tahun 2022 TPA Bukit Buai Tapan Sudah Beroperasi

Dia menjelaskan perbedaan penentuan hari raya Idul Adha Tarekat Syaathari dengan tarekat yang lainnya, termasuk ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI dalam penentuan 1 Syawal 1438 H memang memiliki metode berbeda yakni, perhitungan taqwin (hitung hari dan hitung bulan).

"Setelah itu, kita menilik bulan dengan jelas bersama-sama untuk penentuan satu Ramadan. Jika awal Ramadan kemarin bulan tidak tampak, maka untuk penentuan 1 Syawal harus kita lakukan tilik bulan dan kalau tidak juga kita genapkan Ramadan 30 hari," jelasnya.

baca juga: Mendesak, Komisi III DPRD Pessel Minta Alat Operasional Kebencanaan Jadi Priorotas

Dia menjelaskan, Tarekat Syaathari merupakan penganut aliran Tasauf Syekh Burhanuddin dari Ulakan Pariaman. Penentuan satu Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sudah ditentukan sejak dahulunya. "Kita dari Syaathari Ulakan Pariaman, berbeda dengan Syaathariyah dalam penentuan jadwal perhitungan bulan hari raya dan puasa," jelasnya.

Dia menambahkan, di masa perkembangan ilmu ini, jamaah Syaathari hanya diminati oleh kaum 35 tahun keatas. "Kita merasa tersistem, meski perkembangan ilmu. Rata-rata 35 tahun keatas, yang muda tidak ada jarang," ulasnya.

baca juga: Raih Akreditasi Nasional, SDN 10 Painan Timur Akan Buat Pepustakaan Digital

Amirrullah sendiri menganut Tarekat Syaathari mulai dari tahun 2005 dan dilantik tahun 2008 menjadi imam Tarekat Syaathari . "Saya masuk tahun 2005 lalu dan dilantik pada tahun 2008. Alhamdulillah, ibadah saya juga menjadi lebih teratur," tutupnya.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Agusmanto