Kematian Mahasiswa AS Mengejutkan bagi Mantan Tahanan

Kematian seorang mahasiswa universitas Amerika yang ditahan selama 17 bulan oleh Korea Utara membuat pekerja kota Ohio Jeffrey Fowle terkejut.
Kematian seorang mahasiswa universitas Amerika yang ditahan selama 17 bulan oleh Korea Utara membuat pekerja kota Ohio Jeffrey Fowle terkejut. (http://cdn1-a.production.images.static6.com)

KLIKPOSITIF - Kematian seorang mahasiswa universitas Amerika yang ditahan selama 17 bulan oleh Korea Utara membuat pekerja kota Ohio Jeffrey Fowle terkejut.

Fowle (59) merupakan satu dari 16 orang Amerika yang dipenjarakan oleh Korea Utara selama dua dekade terakhir. Seperti mahasiswa Otto Warmbier, dia mengunjungi Korea Utara bersama sebuah kelompok tur dan ditahan di bandara saat hendak pergi.

baca juga: Biden Ingin Kembalikan Kepercayaan Pemimpin Dunia pada Amerika

Namun Fellows dilepaskan dalam kesehatan fisik yang relatif baik setelah ditahan enam bulan. Warmbier (22) meninggal di rumah sakit Cincinnati Senin (19/6) beberapa hari setelah dia dibebaskan dari penembakan dalam keadaan koma sehingga pihak keluarga menolak otopsi.

"Kematian Otto Warmbier merupakan tragedi mendadak bagi seluruh Amerika. Ia tidak mendapat banyak masalah di Korea Utara," kata Fowle.

baca juga: Joe Biden Rilis Calon-calon Menteri, Banyak Mantan Pejabat Era Obama

Kedua pria itu dianggap melakukan pelanggaran yang akan dianggap kecil oleh dunia. Fellows meninggalkan sebuah Alkitab di sebuah klub malam di kota pesisir Chongjin. Warmbier dihukum karena berusaha mencuri spanduk yang dikaitkan dengan mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il dari hotel Pyongyang yang digunakan oleh turis asing.

Fellows ditahan hampir sebulan di sebuah hotel untuk orang asing dan kemudian dipindahkan ke rumah tamu di bagian lain Pyongyang. Seperti tahanan lainnya, Fowle juga diasingkan.

baca juga: Selamat Ulang Tahun Joe Biden, Presiden Tertua dalam Sejarah AS

"Ketegangan emosional tinggi, terutama pada bagian awal penahanan saya ketika saya dilatih tentang bagaimana merumuskan pengakuan bersalah saya. Namun saya tidak pernah dianiaya secara fisik," kata Fowle.

Dilansir dari laman reuters, tahanan terpanjang dialami oleh tahanan Amerika, Kenneth Bae. Dalam masa penahahannya ia harus menyekop batubara, mengumpulkan batu dan memiliki sekitar 30 penjaga yang menjaga dia sebagai tahanan tunggal selama dua tahun di penangkaran dimulai pada tahun 2012.

baca juga: Peneliti Amerika Serikat Identifikasi 3 Obat yang Bisa Bantu Pasien COVID-19

"Meskipun kita tidak tahu segalanya tentang kehidupan di Korea Utara. Namun rang-orang yang tidak bersalah seperti Otto menderita," kata Bae.

Penulis: Fitria Marlina