Di-'bully' Warganet, Ini Tanggapan Pengelola Puncak Lawang

Pemandangan Puncak Lawang
Pemandangan Puncak Lawang (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF - Pengelola Objek Wisata Puncak Lawang Mukhlis, angkat bicara terkait ciutan warganet yang mengecam naiknya harga tiket masuk selama Lebaran 2017 di objek wisata indah itu.

Mukhlis membenarkan, pihaknya memang menaikkan harga masuk ke Puncak Lawang menjadi Rp.25.000 per orang, dari sebelumnya hanya 10 ribu saja. Menurut Mukhlis, ada beberapa alasan yang dipakainya untuk menaikkan karcis masuk tersebut.

baca juga: Akses Kelok 44 Ditutup Total Mulai Hari Ini, Pengendara Harus Lewati Jalan Lain

"Pertama, tiket naik harganya karena kami ingin membatasi jumlah pengunjung yang selalu membludak, hingga menyebabkan kemacetan panjang di sekitar lokasi. Namun, pengunjung tetap membludak kok, bahkan mencapai 1.000 orang per hari,’’sebutnya saat dikonfirmasi dari Bukittinggi, Sabtu 1 Juli 2017.

Alasan kedua, akibat begitu tingginya minat wisatawan yang datang, pengelola mempekerjakan sebanyak 85 karyawan guna mengawasi wisatawan di kawasan seluas 6 Hektare tersebut."95 persen karyawan adalah anak negeri disini," lanjutnya.

baca juga: Ber KTP Bengkulu, Satu Keluarga Dinyatakan Positif COVID-19 dan Dirawat di RSAM Bukittinggi

Selanjutnya, tarif 25 ribu rupiah itu sudah termasuk dalam beberapa fasilitas yang disediakan untuk pengunjung. "Parkir kita sediakan gratis. Bagi yang ingin menyumbangkan suaranya, sudah ada orgen tunggal. Selain itu, para pengunjung juga bisa melihat langsung atraksi atlet paralayang," bebernya.

Kata Mukhlis, ia menilai wajar kenaikan tarif masuk tersebut mengingat begitu tingginya minat wisatawan yang datang, sehingga dibutuhkan biaya yang besar untuk mengatasinya, sementara objek wisata tersebut bukanlah dikelola langsung oleh Pemerintah Agam .

baca juga: Perputaran Uang untuk Hewan Kurban di Agam Rp103 Miliar

[Hatta Rizal]

Penulis: Khadijah