Parkir Sembarangan, Belasan Sepeda Motor Diangkut ke Mako Satpol PP Bukittinggi

Petugas Satpol PP angkot motor yang diparkir di Jalan Minangkabau Bukittinggi
Petugas Satpol PP angkot motor yang diparkir di Jalan Minangkabau Bukittinggi (Dokumen Satpol PP Bukittinggi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF --Sebanyak 13 unit sepeda motor diamankan Tim SK 4 Bukittinggi setelah kedapatan parkir di "areal terlarang" sebelah kanan Jalan Minangkabau Pasar Atas Kota Bukittinggi .

Sepeda motor tersebut, diangkut ke kantor Satpol PP sekitar pukul 15.00 WIB sebanyak 13 unit dan 2 lainnya sekitar pukul 16.00 WIB, Senin 3 Juli 2017.

baca juga: ABTI Bukittinggi Sosialisasikan Olahraga Bola Tangan yang Masih Tergolong Baru

"Mereka parkir di tempat yang tak diizinkan, kan sudah ada rambu-rambunya," sebut Sekretaris Satpol PP Aldiasnur saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF .

Sebut Aldiasnur, pemilik motor harus mengambil motor mereka ke kantor Pol PP dengan membawa STNK dan membayar denda penegakan aturan daerah sebesar 250 ribu Rupiah.

baca juga: Terjadi di Tengah Malam, Suami Bunuh Selingkuhan Isteri di Malalak Agam

Sementara, salah satu pengunjung yang motornya diangkut tim SK 4, Novia mengungkapkan jika ia tak tahu kalau areal tersebut dilarang untuk parkir.

"Tadi saya lihat ada tukang parkir, ya saya parkir saja. Lagian juga banyak kok motor yang parkir," ujarnya sewot.

baca juga: Pasar Bawah Bukittinggi Terbakar Lagi, Belasan Kios Hangus

Novia mengaku, ia hanya memarkirkan sepeda motornya selama 5 menit saja. Selanjutnya saat balik ia sudah mendapati motornya sudah diangkut ke mobil patroli SK 4.

"Saat itu, tukang parkirnya sudah tidak kelihatan lagi," lanjut wanita asal Pasaman itu.

baca juga: Pasar Bawah Bukittinggi Kembali Terbakar, Lokasinya Tak Jauh dari Surau Gonjong Aua Tajungkang

Pengunjung lain yang motornya diangkut Aldi menyebutkan, ia sama sekali tak tahu jika di sana bukanlah tempat parkir.

"Karena banyak yang parkir, ya saya juga parkir. Eh, tahunya diangkut, padahal saya cuma sebentar kok," terang warga asal Pariaman tersebut.

[Hatta Rizal]

Penulis: Iwan R