Austria Bahas RUU Wewenang Polisi Akses Pesan di Telepon

Austria berencana untuk memberi wewenang kepada polisi untuk memantau layanan pesan seperti WhatsApp dan Skype
Austria berencana untuk memberi wewenang kepada polisi untuk memantau layanan pesan seperti WhatsApp dan Skype (pixabay)

KLIKPOSITIF - Austria berencana untuk memberi wewenang kepada polisi untuk memantau layanan pesan seperti WhatsApp dan Skype dalam upaya "menutup celah" penjahat yang menghindari berkomunikasi melalui telepon.

"Pemerintah meminta pakar politik, teknologi, hak sipil dan hukum untuk meninjau rancangan undang-undang yang akan memberi wewenang untuk memantau percakapan real-time dengan menggunakan layanan dan aplikasi pesan baru," kata pejabat Kementerian Kehakiman, Senin (10/7).

baca juga: Ford Berencana Baru Jual Mobil Listrik Pada 2030

Pengawasan semacam itu hanya akan diizinkan dengan perintah pengadilan dalam penyelidikan terhadap kegiatan teroris atau kejahatan lainnya yang dapat dihukum setidaknya lima tahun penjara. Negara-negara Eropa lainnya juga akan memberlakukan undang-undang serupa termasuk Prancis, Italia, Polandia dan Spanyol.

Dilansir dari laman reuters, tidak segera jelas bagaimana Austria akan melakukan pengawasan semacam itu, namun satu pendekatan adalah memasang perangkat lunak pada komputer dan perangkat genggam tersangka yang menggunakan alat pesan dengan enkripsi end-to-end yang mencegah pemerintah mengaksesnya menggunakan teknik penyadapan tradisional dan terpencil.

baca juga: Liga Champions, Madrid Susah Payah Taklukkan Atalanta, City Bawa Poin Penuh

Alat semacam itu dijual oleh segelintir perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menjual alat pengawasan, atau spyware dari pemerintah ke pemerintah. "Badan penegakan hukum dan intelijen bergerak menuju jenis spyware ini untuk mengatasi tantangan enkripsi end-to-end," kata Ronald Deibert, direktur Laboratorium Warga di Munk School of Global Affairs di Toronto.

Deibert, yang institutnya menyelidiki penyalahgunaan alat tersebut, mengatakan bahwa penting bagi pemerintah untuk memastikan mereka memiliki pengawasan dan akuntabilitas publik yang baik saat memberi pihak berwenang hak untuk menggunakan teknologi pengawasan baru.

baca juga: Ringtone Panggilan di WhatsApp Bisa Custom, Begini Caranya

Pengadilan Austria telah memvonis beberapa orang ke penjara karena memiliki hubungan dengan organisasi teroris setelah putusan yang didukung oleh data yang diperoleh dari perangkat yang disita. Perundang-undangan yang diusulkan memberikan otorisasi untuk mendapatkan data dari perangkat yang belum disita.

Pemerintah berencana mengajukan RUU tersebut ke parlemen setelah batas waktu 21 Agustus untuk penyampaian pendapat. Di Jerman, polisi dan badan intelijen berwenang memasang malware pada ponsel tersangka, namun ini sangat kontroversial dan tidak jelas seberapa banyak penggunaannya.

baca juga: Kaesang Pangarep Beberkan Isi Percakapan WAG keluarga, Warganet: Gimana Ya Caranya?

Penulis: Fitria Marlina