Wacana Pemindahan Ibu Kota Disebut akan Hambat Pemekaran Pessel

Pantai Carocok Painan, salah satu objek wisata andalan Pessel
Pantai Carocok Painan, salah satu objek wisata andalan Pessel (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Panitia Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Renah Indojati Koordinator Pessel , Novrial Bahrun, menanggapi wacana pemindahan ibukota Pesisir Selatan yang diapungkan Ketua DRPD. Menurutnya, wacana itu sah-sah saja, namun percepatan pemekaran DOB menurutnya jauh lebih penting untuk diapungkan.

"Banyak dampak multi effect yang positif muncul setelah Pessel ini dimekarkan. Kalau perpindahan yang baru dilaksanakan pasti harus membuat infrastruktur yang baru dan infrastruktur yang sudah ada di Painan bisa mubazir," terang Novrial Bahrun yang juga mantan anggota DPRD Pessel pada pariode 2004-2009, Sabtu 15 Juli 2017.

baca juga: Dandim 0311 Pessel Akan Buka Akses Jalan Pancung Taba-Kampung Dilan di TMMD Tahun Ini

Ia mengatakan, wacana pemindahan ibu kota Pesisir Selatan tidak perlu ditanggapi dengan rasa pro kontra yang akan memperkeruh suasana di daerah itu. Sebab, ketua DPRD sebagai perwakilan rakyat, tidak akan memikirkan suatu wacana tanpa ada kemaslahatan positif untuk masyarakat.

"Karena memang untuk Dapil ketua itu, masyarakatnya bisa 5 dan 4 jam menuju ibu kota. Kalau pindah ke Kambang (wilayah yang diwacanakan jadi ibukota) kan bisa menjadi 3 dan 2 jam saja. Jadi sebagian masyarakat jangan sewot, karena ibu kota adalah milik warga Pessel . Anak-anak muda yang sudah ngaku tokoh Pessel harus objektif, jangan rasis apalagi sinis," sebutnya.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

Lanjutnya tidak menampik, jika wacana yang dikemukakan Ketua DPRD Pessel akan mendapatkan tanggapan yang pedas dari masyarakat yang tidak menyetujui wacana itu. Sebab, sebagian masyarakat tentu sangat masih berharap Painan untuk tetap menjadi ibu kota karena perkembangan pembangunan yang sudah pesat.

Kalau wacana itu mendapat pro dan kontra itu sudah pasti. Contohnya saja, ketika tahun 2002 ada wacana pemindahan kantor bupati ke Sago, ributnya bukan main pakai demo-demo segala mendapat perlawanan dari masyarakat. Kita harap, mari pikir solusi, jangan memperkeruh," ulasnya.

baca juga: Siburman Rajo Hitam Dinobatkan Menjadi Raja Adat Air Haji

Sebagai Panitia Pembentukan Kabupaten Renah Indojati ia sangat tidak setuju jika wacana pemindahan ibu kota yang diapungkan ketua DPRD terealisasi. Sebab, jika pemindahan ibu kota itu terjadi akan dapat menghambat wacana pembentukan DOB yang tengah bergulir sampai ke pusat saat ini.

"Selaku panitia pembentukan Kabupaten Renah Indojati, dan salah satu tokoh pemekaran saya tidak setuju dengan perpindahan ibukota. Karena akan membatalkan perjuangan pemekaran dengan tujuan percepatan keadilan pembangunan serta peningkatan pelayanan prima terhadap masyarakat karena rentang kendali birokrasi yang jauh,"terangnya.

baca juga: Terciduk, Seorang Warga Pessel Diamakan Polisi Saat Transaksi Narkoba

Tambahnya, jika pemekaran Pesisir Selatan bisa terkabul cepat, ia berharap Pesisir Selatan bisa menjadi dua DOB dengan pusat pemerintahan di Kambang-Lengayang dan Renah Indojati di Tapan, sementara
Painan tetap jadi ibu kota Painan.

" 2 DOB itu, pertama, Renah Indojati dengan 6 kecamatan yaitu Airpura, Pancung Soal, BAB Tapan, Rahul Tapan, Lunang, Silaut berpusat di Bukit Buai Tapan. Lalu yang kedua Kota Painan dengan 4 kecamatan yaitu IV Jurai, Bayang, Bayang Utara, Koto XI Tarusan dengan pusat Painan. Sementara Kabupaten induk tetap Kabupaten Pesisir Selatan dengan 5 kecamatan meliputi Linggosari Baganti, Ranah Pesisir, Lengayang, Sutera, Batang Kapas dengan ibu kota Kambang," jelasnya.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R