Krisis Yaman Adalah Rasa Malu yang Mutlak Terhadap Kemanusiaan

Organisasi hak asasi manusia internasional CARE mengecam krisis kemanusiaan di Yaman
Organisasi hak asasi manusia internasional CARE mengecam krisis kemanusiaan di Yaman (Aljazeera)

KLIKPOSITIF - Organisasi hak asasi manusia internasional CARE mengecam krisis kemanusiaan di Yaman yang dilanda perang sekaligus negara yang menderita epidemi kolera. Hal itu dianggap sebagai rasa malu yang mutlak terhadap kemanusiaan.

Wolfgang Jamann, kepala LSM CARE mengatakan hal itu menimbulkan kekhawatiran atas situasi yang memburuk sejak Maret 2015, ketika pasukan pimpinan Saudi melancarkan operasi militer untuk mendukung pemerintah melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran.

baca juga: PBB: Virus Corona Bisa Bunuh 51 Ribu Balita di Timteng dan Afrika

"Kami sekarang berada di abad ke-21 dan situasi saat ini adalah rasa malu yang mutlak terhadap kemanusiaan," katanya setelah kunjungan lima hari ke negara itu.

"Ribuan warga sipil meninggal sejak awal konflik dan jutaan lainnya telah mengungsi di dalam negeri," katanya.

60 persen di negara ini adalah makanan yang tidak aman dan lebih dari separuh penduduk tidak dapat mengakses air minum yang aman. "Banyak daerah di Yaman yang dilanda kelaparan. Ia mendesak masyarakat internasional untuk mengakhiri penderitaan itu," jelasnya.

baca juga: Dituduh AS Memanfaatkan Corona, Ini Kata PBB

Perang di Yaman telah menyebabkan lebih dari 8.000 orang meninggal dunia, kebanyakan warga sipil. Lebih dari 44.500 orang diperkirakan telah terluka.

Wabah Kolera

baca juga: Sekjen PBB: Virus Mikroskopis Telah Membuat Kita Bertekuk Lutut

Situasi di negara berpenduduk sekitar 27 juta ini telah diperparah oleh wabah besar infeksi bakteri kolera. Lebih dari 600.000 orang diperkirakan menderita kolera tahun ini.

Satu dari setiap 45 orang Yaman akan terjangkit penyakit ini pada bulan Desember disebut sebagai "konsekuensi langsung dari sebuah konflik yang telah menghancurkan infrastruktur sipil dan membawa seluruh sistem kesehatan kata Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

baca juga: Ratusan Pengungsi Rohingya Terombang Ambing di Lautan

"Lebih dari 370.000 orang telah jatuh sakit dan 1.800 telah meninggal sejak akhir April dalam wabah kolera kedua di Yaman , dan kurang dalam waktu satu tahun," kata ICRC dan WHO.

Menurut WHO, 5.000 kasus kolera yang baru dicurigai didaftarkan setiap hari di Yaman , dan ini merupakan wabah penyakit terbesar di dunia.

Dilansir dari laman aljazeera, serangkaian pelabuhan vital di sepanjang garis pantai Laut Merah di negara itu diblokade, yang menghambat jutaan orang dalam mengakses makanan dan obat-obatan.

Penulis: Fitria Marlina