Gagal Ginjal, Dosen UNP Ini Gagal Ke Tanah Suci

Jamaah calon haji asal Padang yang gagal berangkat karena penyakitnya.
Jamaah calon haji asal Padang yang gagal berangkat karena penyakitnya. (Ihsan Toco for KLIKPOSITIF)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Padang (Sumbar) harus menahan kepiluan mendalam karena batal berangkat setelah mendapatkan diagnosa tim medis menderita gagal ginjal. Diketahui jemaah calon haji itu bernama Ramli (62).

Saat malam pelepasan kloter pertama, Ramli  yang juga seorang dosen di UNP ini didampingi istrinya Agustin melakukan protes keras hingga bermohon kepada tim medis dan panitia haji. Bahkan, suasana sempat memanas saat panitia mengambil berkas haji yang bersangkutan.

baca juga: Begini Kronologis Dugaan Pemaksaan Menggunakan Kerudung di SMKN 2 Padang

Saking tingginya kemauan berangkat, sang istri sempat mengatakan tidak akan meminta pertanggungjawaban tim medis dan panitia jika terjadi sesuatu terhadap suaminya. Setelah berupaya dengan berbagai cara, bahkan dibantu oleh Komisi VIII DPR RI, namun tetap tidak bisa diberangkatkan.

 "Kami tidak akan menuntut ibuk, jika bapak meninggal disana, izinkanlah kami berangkat buk," pintanya kepada salah seorang tim medis, Kamis malam.

baca juga: Amankan Anak Jalanan, Satpol PP Padang Harapkan Warga Tidak Memberi Uang ke Anjal dan Pengemis

Menanggapi persoalan itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta jemaah calon haji dan pihak keluarga legowo, sebab sesuai dengan aturan tim medis tidak ingin mengambil resiko.

Menurutnya tidak ada jalan keluar dari persoalan tersebut. Ia mewakili pemerintah daerah memohon maaf kepada yang bersangkutan dan bisa memahami kondisi itu.

baca juga: Ini Kata DLH Padang Tentang Daya Tampung TPU Khusus Covid-19 di Bungus

"Laporan yang masuk ke saya, beliau (JCH) siap cuci darah. Sesuai dengan aturan memang tidak bisa diberangkatkan, karena nanti dikhawatirkan terjadi hal yang tidak di inginkan maka tim medis akan berusan dengan hukum," sebutnya.

 [Joni Abdul Kasir]

baca juga: Sampah di Padang Berkurang Selama Pandemi, DLH: Lebih 50 Persen

Penulis: Agusmanto