Mengintip Tempat Penitipan Anak di Kebun Teh Liki

Penitipan anak di kebun teh Liki
Penitipan anak di kebun teh Liki (KLIKPOSITIF/Eko Fajri)

SOLOK SELATAN, KLIKPOSITIF -- Ada pemandangan berbeda di perkebunan teh milik PT Mitra Kerinci , Solok Selatan, Sumatera Barat. Diantara hamparan kebun teh yang terbentang dengan luas ribuan hektare tersebut terdapat ratusan rumah yang dihuni lebih seribu kepala keluarga, selain itu disana juga terdapat lokasi tempat penitipan anak, mulai dari umur beberapa bulan hingga empat tahunan.

Diantara bentangan pohon-pohon teh tersebut, terlihat bangunan yang kokoh, dengan tulisan tempat penitipan anak dan PAUD, dengan halaman ditumbuhi berbagai jenis bunga, bersih tenpa ada sampah yang bertebaran di halaman tersebut.

baca juga: Kemendikbud Salurkan Kuota Internet bagi 27,3 Juta Pendidik dan Murid

Melangkah ke halaman bangunan itu, mulai terdengan suara tawa anak-anak, dan beberapa orang diantaranya sedang berlarian di depan pintu bangunan itu. Ya tempat penitipan anak tersebut ternaya memang dibangun oleh perusahaan yang memproduksi teh dengan merek Liki tersebut untuk dimanfaatkan para pekerja untuk menitipkan anak mereka agar saat melaksanakan pekerjaan setiap pekerja ataupun karyawan bisa fokus dengan pekerjaan masing-masing.

Tidak hanya itu, tempat penitipan anak tersebut juga mempekerjakan pengasuh yang bertugas tidak hanya menjaga anak-anak secara kasat mata, namun juga untuk memastikan kecukupan gizi dan protein mereka, agar kesehatan anak-anak yang dititipkan disana terjaga. Para pekerja yang ada tersebut untuk penghasilannya juga ditangguh oleh pihak perusahaan termasuk dengan biaya makan minum semua anak yang dititipkan orangtuannya disana.

baca juga: Setahun Jadi Mendikbud, Nilai Rata-rata Rapor Nadiem Makarim 68

Tempat penitipan anak tersebut sudah berdiri sejak beberapa tahun terakhir, Ada semacam sarana bermain dengan taman yang dikemas oleh perusahaan tersebut. pihak perusahaan menjelaskan hal ini bertujuan agar kualitas kesehatan , gizi setiap anak dari pekerja di industri teh tetap terjaga, dan para pekerja industri itu sendiri dapat fokus dalam pekerjaan mereka masing-masing.

"Untuk menjaga kualitas dan produksi teh tidak jarang pemetikan haru dilakukan sepagi mungkin, untuk mendapatkan pucuk dan daun teh yang paling berkualitas untuk diolah, sebab itu penitipan seperti ini perlu dimiliki perusahaan teh ," kata General Manager Finance and Komersil PT Mitra Kerinci Yohanes Agung Triwidodo, di Solok Selatan.

baca juga: Gigi Berlubang Ternyata Bisa Menular

Yohanes menambahkan, Sebab itu, disetiap pabrik teh tidak jarang mempekerjakan wanita sebagai pemetik ataupun di pabrik pengolahan butuh satu lokasi untuk penitipan anak-anak mereka. Seperti di PT Mitra Kerinci yang pekerja wanitanya mencapai 69 persen dari jumlah pekerja 2.477 orang.

Dalam bangunan tempat penitipan anak tersebut, terlihat para petugas yang berjaga sedang bermain bersama anak-anak yang ada disana, demikian juga ada petugas lain yang tengah mengasuh balita dibuayan yang terbuat dari kain sarung.

baca juga: Selain untuk Kesuburan Pria, Ini Manfaat Taoge

Saat itu, banyak balita tengah tertidur pulas, saat setelah diatas ayunan masing-masing, diruangan berukuran kira-kira 5 x 5 meter itu, sedangkan dibagian lain dengan ukuran bangunan yang hampir sama anak-anak berusia diatas empat tahun juga terlihat tertawa bersama dengan pengasuh mereka.

Pemandangan yang memecah keheningan diluasnya perkebunan teh yang menghasilkan jenis-jenis teh seperti teh putih (white tea) teh hijau (green tea), red sinensis, dan red tea.

Sukarni, salah seorang pengasuh di tempat penitipan anak tersebut mengaku, setiap harinya ada sekitar 35 orang anak yang diasuh dari pagi hingga sore.

"Disini kami biasanya dititipkan anak sekitar 35 orang dalam sehari. Ada yang umurnya diatas tiga bulan hingga empat tahun. Gaji dari perusahaan demikian juga dengan untuk konsumsi makanan serta gizi anak-anak yang kami asuh semua dibiayai oleh perusahaan," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, setiap hari sekitar jam 6 pagi tempat penitipan anak telah dibuka, sampai pukul 15.WIB.

"Para pekerja kan kadang harus turun ke kebun pagi hari, sehingga mereka titip disini, kadang sampai jam 11 sudah dijemput, sebab pekerja di kebun tidak bekerja sampai sore, mereka kebanyakan hanya bekerja sampai siang," tegasnya.

Selain penitipan anak, di kawasan kebun teh tersebut juga terdapat sekolah, mulai dari PAUD, Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) yang biaya pendidikannya juga digratiskan bagi para siswa yang ada di lingkungan perusahaan teh itu. Semua itu merupakan bentuk perhatian perusahaan teh Liki pada karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Kunjungan ke tempat penitipan anak tersebut, merupakan bagian dari perjanan yang dilakukan oleh Kelompok Pencinta Teh Indonesia, yang melihat secara lansung proses produksi teh di PT Mitra Kerinci selama tiga hari, sejak 27 sampai 30 Juli 2017. (*)

Penulis: Eko Fajri