Mengembalikan "Si Bung" di Universitas Bung Hatta

Forum Grouo Diskusi (FGD) Lintas Alumni memandang beberapa tahun belakangan mutu dan kualitas UBH sangat menurun.
Forum Grouo Diskusi (FGD) Lintas Alumni memandang beberapa tahun belakangan mutu dan kualitas UBH sangat menurun. (KLIKPOSITIF/Joni)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Ketua Presedium Forum Silaturahmi Proklamator Indonesia Armen Amir menilai sosok Bung Hatta yang menjadi tokoh mulai hilang dikampus Bung Hatta Padang .

Kehilangan sosok tersebut terlihat dari wacana rektor universitas swasta itu untuk mengganti nama UBH menjadi UNhatta. Selain itu, Forum Grouo Diskusi (FGD) Lintas Alumni memandang beberapa tahun belakangan mutu dan kualitas UBH sangat menurun.

baca juga: Ambulance dari PLN Sumbar Bantu Masyarakat Muaro Sungai Lolo untuk Akses ke RS

"Kami dari forum diskusi lintas alumni sangat mengutuk wacana rektor mengganti nama Universitas dan kami ingin mengembalikan "Si Bung"sesuai dengan tema diskusi kami hari. Jangan nama dirubah, tegas, Kami bangga dengan UBH, apalagi menyamakan nama itu dengan pakaian dalam wanita, sebaiknya fokus pada peningkatan mutu dan kualitas," sebutnya Armen Amir, sabtu malam di Hotel Mercury Padang .

Armen menegaskan, sebaiknya pihak kampus fokus kepada nilai-nilai kebunghataan, mulai dari sikap, cara pandang, berpikir serta perjuangan Bung Hatta apakah itu dikalangan mahasiswa, dosen dan pihak kampus .

baca juga: Andre Rosiade Bantu Sopir Angkot yang Tangannya Patah dan Anaknya Sakit

Menurutnya gagasan rektor dengan mengganti nama seolah-olah ingin menghilangkan Si Bung. "Bagi kami itu sikap yang tidak baik dari rektor," tegasnya.

Dari sikap rektor itu, FGD meminta jabatan rektor dicukupkan sebab ada niat terselubung dari gagasan itu. Jika dibiarkan akan berdampak kepada perkembangan kampus kedepan.

baca juga: Polisi Ungkapkan Kronologi Kebakaran Gudang Minyak di Padang Pariaman

Sementara pembicara dalam FGD lintas alumni UBH, Prof. Dr Mustika Zed, MA menilai sosok Bung Hatta penting didunia kampus apalagi menghadirkan kembali "Si Bung". Menurutnya apa yang tidak dimiliki Tokoh Minang itu, mulai dari pemikirannya, Hatta dikenal konseptor handal, kemudian sebagai bapak koperasi memiliki pemikiran kritis serta memunculkan berbagai teori ekonomi kerakyatan.

"Semua ada pada sosok Hatta, nilai itu harusnya dipertahankan dan ditumbuhkembangkan,"katanya.

baca juga: Dinas Kehutanan Sumbar-Semen Padang Tanam 1000 Bibit Taxus, Obat Anti Kanker di Gunung Singgalang

Guru Besar UNP ini menuturkan untuk bicara siapa Hatta? harus bicara dari perspektif pemikiran, gerakan, dan kiprah atau narasi yang terkait dengan hatta. Pemikiran mislanya beliau adalah ekonom terididik dan pemikiran di bidang ekonomi rakyat dan koperasi sangat jelas kontribusinya dan jelas di UUD45.

Kemudian sebagai Universitas dengan membawa nama Bung Hatta , sewajarnya UBH perlu ada semacam kajian-kajian yang menjurus kepada teori yang dilahirkan tokoh bangsa itu.

"Dan saya kira UBH perlu ada pusat kajian koperasi dan puat kajian ekonomi rakyat. di UGM justru lebih besar. Di sana mereka kembangkan ekonomi pancasila dan sangat kuat gagasannya berakar di pemikiran Hatta" ulasnya. [Joni Abdul Kasir]

Penulis: Eko Fajri