Proses Hukum Pengembang Rumah Subsidi Berlanjut, REI Ambil Alih Tanggungjawab

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz
Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz (KLIKPOSITIF/Joni)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Ketua DPD REI Sumbar Hendra Gunawan mengatakan, proyek rumah subsidi PT Grakiva Putra Mandiri yang tersangkut kasus hukum dengan tersangka Mario akan dilanjutkan oleh PT Jala Mitra Internusa. Pengambilaihan proyek dilakukan atas pertimbangan dan pertemuan beberapa anggota REI Sumbar serta koordinasi dengan Polresta Padang .

"Setelah kami lakukan pertemuan secara internal dan berkoordinasi dengan Kapolresta Padang , pimpinan PT Jala Mitra Internusa Mulyadi berminat melanjutkan proyek tersebut," ungkapnya saat pertemuan dengan korban penipuan rumah subsidi, Kamis (9/8) di balai pertemuan Mapolresta Padang .

baca juga: Hotma Sitompul Hingga Cita Citata Disebut dalam Sidang Kasus Bansos Juliari P. Batubara

Hendra menyebutkan sebagai bentuk tanggung jawab REI juga akan terus mengawal proyek hingga masyarakat mendapatkan rumah tersebut. "Kami fokus kepada penyelamatan konsumen agar mereka dapat memiliki rumah sembari menghormati proses hukum tersangka Mario," katanya.

Sementara Pimpinan PT Jala Mitra Internusa Mulyadi menyampaikan, untuk masyarakat yang telah menyerotor kepada PT Grakiva Putra Mandiri untuk melakukan perubahan administrasi kepada perusahaannya dengan membawa bukti pembayaran dari perusahaan sebelumnya.

baca juga: 13 Orang Positif COVID-19 di Tanah Datar, 7 Warga Lintau Buo

"Saya sendiri menyadari kerugian konsumen akibat ulah tersangka, namun saya akan melanjutkan pengerjaan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan fisik akan dimulai pada bulan September 2017 ini diperkirakan siap dalam lima atau enam bulan kedepan. "Lahan sudah kami beli, sekarang dalam proses pengurusan izin, semakin siap izin semaki cepat dibangu,"katanya.

baca juga: Dinas Perdagangan Libatkan 50 Pemilik Usaha di Pasar Murah Ramadan

Ditegaskannya," Hari ini izin selesai hari ini juga kami bangun," sebut Mulyadi.

Dilanjutkannya, untuk harga rumah pihaknya merujuk kepada harga rumah subsidi bandrol pemerintah yakni sebesar Rp 123 juta dengan bunga 5 persen. "Kalau dulu Mario menjanjikan harga Rp 105 juta tapi bunganya 7,25 persen. Hitungannya sama, ini sebetulnya niat baik kami sebagai anggota REI," tuturnya.

baca juga: Habib Rizieq Positif Covid-19, Sampel Tesnya Ditulis Muhammad R

Ditambahkan Mulyadi, untuk pemindahan data dari pengembangan sebelumnya, konsumen diminta untuk mendatangi kantornya atau mengontak dirinya langsung. "Kami sudah dapatkan data konsumen, kami akan hubungi dan yang belum sempat dihubungi tolong disebarkan sampaikan pesan ini," ulasnya.

Sementara itu, Kapolresta Padang , Kombes Pol Chairul Aziz menjelaskan, korban penipuan tersangka Mario tercatat sebanyak 183 orang, dengan total kerugian Rp2 miliar lebih, dengan penipuan dilakukan kepada konsumen sejak 2014 yang menjanjikan rumah subsidi akan dibangun di kawasan Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang .

Dari penyidikan terhadap tersangka, konsumen ditipu sebab tersangka Mario tidak mengantongi izin dan lahan untuk pembangunan.

"Dari penyidikan kami Mario hanya baru bangun satu rumah saja, sementara tanah bukan hak milik dia, hanya rumah satu itu punya dia," katanya kapolres.

Ia menuturkan, guna menyelamatkan uang masyarakat maka untuk melanjutkan proyek diserahkan kepada pihak REI dan Polresta.

"Kalau untuk pengembalian uang konsumen harus digugat perdata, namun pidana tetap jalan," katanya.

Kapolres menjelaskan, dari proses penyidikan, Mario terlihat tidak memiliki niat untuk mengembalikan uang konsumen. "Empatinya kurang, berharap pengembalian uang kayaknya sulit, maka solusi melanjutkan sangat baik," pungkasnya. [Joni Abdul Kasir]

Penulis: Eko Fajri