Ini Cara Hindari Korsleting Listrik di Rumah Anda

Ilustrasi
Ilustrasi (memperbaiki.com)

KLIKPOSITIF - Positifers, Korsleting listrik adalah hal yang tidak boleh Anda remehkan. Karena banyak kasus kebakaran yang terjadi dikarenakan korsleting listrik .

Data pada 2002-2011 menunjukkan sekitar 63% kebakaran permukiman di Indonesia disebabkan oleh korsleting listrik , 10% oleh api dari lampu minyak dan lilin, 5% dari rokok, 1% dari kompor, dan lainnya.

baca juga: Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, PLN Sumbar Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Selama Lebaran

Korsleting listrik atau hubungan pendek merupakan suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil yang mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar. Kalau tidak ditangani bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran .

Nah, berikut ini ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari konsleting listrik :

baca juga: Jalin Sinergi Antar Lembaga, PLN Sumbar Bertemu Kapolda Sumbar

1. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu sumber listrik , karena berpotensi menimbulkan panas berlebihan yang bisa menyebabkan kebakaran .

2. Gunakan material listrik seperti kabel, saklar, stop kontak, steker yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)

baca juga: Jangan Ketinggalan! Ikuti Kompetisi Inovasi PLN Berhadiah Satu Miliar,Terakhir Buka 24 Mei

3. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi

4. Jika sekring putus jangan menyambung dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu

baca juga: Tiga Petak Ruko Terbakar di Agam

5. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya

6. Jangan biarkan ada kabel yang terkelupas atau terbuka sambungannya

7. Hindari pemakaian listrik secara ilegal.

8. Hindari menggunakan tusuk kontak terlalu longgar

9. Serahkan pada instalatir resmi untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan.

Editor: Khadijah