DPRD Sumbar Soroti Pengerjaan Jalan Nasional di Pesisir Selatan

Pengerjaan jalan di Pessel
Pengerjaan jalan di Pessel (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Anggota DPRD Sumbar Syaiful Ardi Daerah Pemilihan (Dapil) Pessel - Mentawai, menyoroti proses pengerjaan jalan berupa proyek pelebaran jalan di Kabupaten Pesisir Selatan pada paket Kambang-Indrapura, yang dilakukan saat kondisi hujan.

Syaiful menjelaskan, temuan dilapangan (pengaspalan dilakukan saat kondisi hujan deras di daerah Lubuak Cubadak, Kenagarian Palangai Kaciek Kecamatan Ranah Pesisir), saya lansung turun dari mobil dan protes ke pekerja (Jumat malam, 18/8), saya tidak terima pengerjaan dilakukan asal-asalan.

baca juga: Siswa di Pessel Terpaksa Nyebrang Sungai Karena Jembatan Rusak, Pemkab Harapkan Bantuan BNPB

"Hal ini sudah tidak benar lagi, pasalnya kualitas jalan akan tidak bagus dan sudah tentu masyarakat akan dirugikan. Ini jalan nasional kok pengerjaannya seperti itu ujung- ujungnya pengguna jalan juga yang dirugikan," kata Syaiful, Sabtu (19/8).

Ia menambahkan, karena itu jalan nasional, pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah II Sumbar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang atau jasa pada jalan tersebut untuk mempertimbangkan pengerjaan serta melakukan pengawasan intensif dilapangan.

baca juga: Pemilik Lupa Matikan Tungku, Satu Rumah di Pessel Ludes Terbakar

"Saya selaku perpanjangan tangan masyarakat minta kepala Satker turun kelapangan. Malam itu juga saya foto dan saya sampaikan kepada yang pihak terkait," ulasnya.

Dia juga mendesak, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan untuk ikut mengawasi, sebab jalan itu nanti akan digunakan masyarakat untuk jangka waktu yang cukup lama. "Pemprov Sumbar dan Pemkab Pessel jangan berdiam diri saja lihatlah apa yang terjadi dilapangan. Ini sudah tidak betul lagi," jelasnya.

baca juga: Dinas Perternakan Pessel Turunkan Petugas Pantau Kesehatan Hewan Kurban

Menanggapi persoalan itu Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah II Sumbar , Abdul Halim saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF menegaskan, sesuai dengan ketentuan pengaspalan dalam kondisi hujan tidak dibenarkan dan diizinkan. Sebab bisa berpengaruh kepada kualitas dan ketahanan.

"Tidak dibenarkan sebab ketika penghamparan" (menumpahkan hotmix di permukaan jalan) dikhawatirkan genangan air di permukaan badan jalan yang akan diaspal akan mengurangi daya lekat antara aspal lama dengan yang baru ataupun antara pondasi agregat dengan aspal," jelasnya.

baca juga: BPBD Padang Sebut Shelter Pasar Raya Paling Bagus Hadapi Bencana

Namun, lanjutnya, ada situasi dimana ketika hotmix sudah tuntas dihamparkan dan sedang dalam proses pemadatan kemudian turun hujan, maka proses pemadatan harus dituntaskan sampai jumlah "passing" (lintasan dari alat pemadat roda baja dan roda karet/PTR) terpenuhi sesuai ketentuan.

Satkar mengancam dalam pengerjaan jalan nanti tidak memenuhi spesifikasi melalui uji mutu maka konsultan supervisi dan PPK dapat menolak (merejeck) pengerjaan sekaligus menolak pembayaran pekerjaan dimaksud.

"Sudah saya klarifikasi dengan PPK Filino Kalani dan GS PT LMA-CTA, dan mereka mengatakan melalu pesan Whatshapp 'Waktu dia lewat (anggoata dewan) memang lagi hujan tapi kita tidak lagi kerja, sesudah anggota dewan itu pergi hujan reda kita mulai lagi. Kita ada kompressor bekas hujan di dibersihkan lanjut lagi," tambah Adbdul Halim.

Sementara PPK paket Jalan tersebut Filino Kalani berkilah saat di konfirmasi, "Untuk laporan dari anggota dewan yang lewat (Syaiful Ardi), itu setelah tergelar hari hujan, jadi nampak seperti sedang bekerja pada saat hujan," katanya.

Dilanjutkannya, "Pertama saya menjawab secara aturan ya pak, dalam spek sudah jelas disyaratkan cuaca pada saat cerah dan baik. Jangankan aspal, manusia juga tidak mau bekerja pada saat hujan," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas PU Sumbar , Fathol Bahri, mengatakan akan segera menindaklanjuti masalah itu. "saya konfirmasikan dengan kasatkernya supaya di cek kualitas hasil pengaspalan nya," sebutnya singkat.

Untuk diketahui, pengerjaan jalan paket Kambang-Indrapura banyak menuai proses dari masyarakat, sebelumnya masyarakat mengeluhkan debu jalan yang tak kunjung disiram pihak proyek saat musim panas. [Joni Abdul Kasir]

Penulis: Eko Fajri