Dua Mahasiswa yang Ditahan di Mesir Kembali Diundur Pemulangannya

Dua mahasiswa asal 50 Kota yang ditahan di Mesir dan pemulangannya tertahan usai dibebaskan.
Dua mahasiswa asal 50 Kota yang ditahan di Mesir dan pemulangannya tertahan usai dibebaskan. (KLIKPOSITIF)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Nasib dua mahasiswa Minang yang ditahan pihak keamanan Mesir awal Agustus lalu kembali terkatung-katung. Rencana pemulangan Muhammad Hadi dan Nurul Islami yang direncanakan pada 19 Agustus lalu kini dikabarkan diundur hingga 3 September mendatang.

Hal ini disampaikan M. Khaironi, saudara kandung Nurul Islami yang terus memantau nasib adiknya yang masih belum diketahui secara pasti tersebut. Kepada KLIKPOSITIF , Senin 28 Agustus 2017, dia menyampaikan jadwal pemulangan yang direncanakan sejak 19 Agustus terus diundur-undur.

baca juga: Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pemudik yang Hanyut di Lima Puluh Kota

"Satu bulan anak kami ditahan, masih belum ada kepastian dari kbri tentang kepulangan mereka ke Indonesia," katanya.

Kabar yaitu tanggal 19 akan dipulangkan ke Indonesia, tapi dikarenakan telatnya penyerahan berkas dari imigrasi Aga di Samanud ke imigrasi Kairo sehingga kemudian dapat kabar angin lagi dipulangkan pada 29 Agustus.

baca juga: Pencarian Hari Ketiga, Satu Pemudik yang Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia

"Hal ini disebabkan karena pihak imigrasi Mesir menyebutkan akan mengelurkan surat antara tanggal 27 atau 28 Augustus," ujar M. Khaironi.

Namun hingga saat ini, M. Khaironi mengatakan, pihak keluarga masih belum ada menerima kata pasti terkait pemulangan Nurul Islami dan Muhammad Hadi. Ia menjelaskan bahwa informasi lain juga menyebutkan kalau kepulangan mereka kembali diundur menjadi tanggal 3 September 2017 mendatang.

baca juga: Seharian Pencarian Pemudik Hanyut di Lima Puluh Kota, Tim SAR: Status Masih Nihil

"Kami keluarga hampir tidak kuat lagi menahan sedih dari ketidak pastian ini. Kami bukan tidak percaya pemerintah, kami sangat berharap pada mereka yang berkuasa di Indonesia ini. Kami yakin KBRI di sana bekerja sangat keras untuk kasus ini," ujarnya.

[Ade Suhendra]

baca juga: Masih Belum Ditemukan, Pencarian Pemudik Hanyut di 50 Kota Libatkan SAR Pekanbaru

Penulis: Agusmanto