Ini Kronologis Lepasnya Tapir Titipan di TMSBK Bukittinggi

Tapir yang lepas di TMSBK Bukittinggi berhasil ditangkap.
Tapir yang lepas di TMSBK Bukittinggi berhasil ditangkap. (istimewa)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Seekor tapir betina berusia sekitar tiga tahun yang lepas dari Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi akhirnya berhasil ditangkap setelah dicari selama 14 jam lebih. Tapir tersebut kembali dibawa ke TMSBK pada Senin pagi setelah ditangkap BKSDA Sumbar.

Tapir ini diketahui kabur dari kandangnya bersama seekor tapir jantan, penghuni lama TMSBK. Setelah dilakukan pencarian, tim gabungan dari petugas TMSBK dan BKSDA Sumbar, akhirnya hewan langka ini pun ditemukan dalam sebuah kolam milik warga.

baca juga: Burung Ini Jadi Misteri, lmuwan Berharap Dapat Melakukan Perjalanan ke Kalimantan

Polisi Hutan (Polhut) BKSDA Bukittinggi , Vera Chiko mengatakan, sejak satwa seberat 200 sampai 300 kilogram ini masuk kandang, dia memang sudah sangat resah berada di dalam. "Kerjanya berputar-putar saja, kadang juga mencoba memanjat sisi kandang. Apalagi, kedatangan tapir betina ini memicu perilaku agresif dari pejantan," jelas Chiko.

Kata Chiko, saat magrib terjadi hujan yang cukup deras. Saat itulah, tapir betina ini mencoba mendorong pintu kandang yang sudah terkunci. "Sepertinya ia mengangkat pintu kandang dengan memasukkan kepalanya di celah pintu. Akibatnya, engsel pintu copot," ujar Chiko.

baca juga: Bukittinggi Mundur dari Tuan Rumah TdS 2021, Ini Penyebabnya

Setelah berhasil menjebol pintu, selanjutnya kedua tapir melenggang bebas keluar dari kandang. Tak lama berselang, tiba-tiba burung-burung yang lokasinya berdekatan dengan kandang tapir semuanya mendadak heboh. "Petugas yang ada di depan lalu bergegas memeriksa ke arah suara tersebut," lanjutnya.

Di lokasi, petugas mendapati seekor tapir jantan sudah berada di luar kandang, sementara yang satunya lagi sudah lenyap. "Kalau yang lama ini kan sudah jinak, jadi dia tidak tahu mau pergi kemana sehingga masih berada di sekitar kandang," sambung Chiko.

baca juga: Ditengah Pandemi Corona, Pemko Bukittinggi Naikkan Target PAD Sektor Pariwisata

Selanjutnya, setelah mengamankan yang jantan, pencarian terhadap yang betina dimulai. Petugas melihat jika tapir betina ini sudah melintas di atas Jembatan Limpapeh sehingga tak sempat lagi menutup pintu dan selanjutnya dia menghilang di kawasan Benteng Fort de Kock.

"Saat itu sudah gelap, jadi ya susah mencarinya. Sempat juga kita tanyakan kepada warga, bahkan ke Satpam Hotel Denai. Namun, hasilnya nihil," lanjutnya.

baca juga: Kurangi Potensi Banjir, Dinas PU Bukittinggi Akan Bangun Saluran Primer

Pada pagi harinya, saat Subuh ada warga yang melihat dan segera melaporkan ke petugas TMSBK. "Dilihat warga di dekat jalan menurun di Benteng. Kemudian, kabur ke arah Jalan Minangkabau, terus melaju ke arah Jam Gadang dan masuk ke kawasan Istana Bung Hatta," kata Chiko.

Sekitar pukul 08.00 WIB, akhirnya satwa itu ditemukan berendam di sebuah kolam di Istana Bung Hatta. "Di Istana kan sedang diperbaiki, disana ada sebuah kolam tempat menimba air pekerja. Rupanya ia berendam di dalam," pungkasnya.

Selanjutnya, petugas langsung menarik tapir betina itu dengan sebuah tali dan kemudian dibawa kembali ke TMSBK untuk menjalani karantina.

[Hatta Rizal]

Penulis: Agusmanto