Sempat Mengaku Dirampok Dengan Senpi, Ini yang Sebenarnya Terjadi di Jalan Padang-Painan

KBO Resrkrim Polres Pessel, Ipda deni Juniansyah bersama Sekretaris CV Minang Jaya, Yosiana Dirma beserta bukti di Mapolres Pessel
KBO Resrkrim Polres Pessel, Ipda deni Juniansyah bersama Sekretaris CV Minang Jaya, Yosiana Dirma beserta bukti di Mapolres Pessel (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITF -- Ujang Dasril (45), sopir truk Hino nomor polisi BA 8187 BF asal Sago-Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan yang sebelumnya mengaku dirampok, di jalan Padang-Painan tepatnya di kawasan Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Rabu 30 Agustus 2017 sekitar pukul 10.00 WIB, ternyata hal tersebut hanyalah modus untuk menutupi setoran hutang kampas yang dibawanya.

baca juga: Silaturahmi Paslon RA-Rudi di Painan Dipadati Massa

KBO Reskrim Polres Pessel , Ipda Deni Juniansyah menyebut, pengakuan Ujang Dasril terungkap setelah pihak Reskrim Polres melakukan introgasi korban pada Rabu (30/8). Dari pengakuan pelaku, ia terpaksa mengaku dirampok karena tuntutan setoran hutang kampas yang harus dibayarkan tidak memenuhi target.

"Kami lakukan introgasi untuk membenarkan keterangan korban, mulai dari pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB. Ternyata dengan hasil introgasi, si korban mengaku itu dilakukan karena ada setoran yang akan dibayarkan tidak mencukupi. Karena itu, dilakukan modus bagaimana cara hutang setoran ini bisa tertutupi," sebut Deni Juniansyah pada KLIKPOSITIF , Kamis 31 Agustus 2017.

baca juga: Nilai Bukan Delik Aduan, FPI: Jika Polisi Profesional Harusnya Tangkap Pengancam Rizieq

Menurut Deni, desakan setoran yang harus dibayar pelaku saat itu senilai Rp34 juta. Namun, karena hasil kampas mengalami rugian, dan habis akal untuk menutupinya.

"Surat bukti pernyataanya sudah dibuat, berdasarkan kesepakatan pelaku beserta pengakuannya. Ia juga mengaku uang setorannya yang terkumpul disimpan dirumahnya sekitar Rp21 juta, sementara untuk setoran yang harus dilunasi Rp34 juta,"terang Deni

baca juga: Anggota Moge Keroyok TNI, PN Bukittinggi Vonis BS 3 Bulan Penjara

Ia menjelaskan, karena kasus perampokan yang dilakukan Ujang Dasril hanya modus, pihak Reskrim sudah menghubungi pihak perusahaan. Uang senilai Rp21 juta yang disimpan oleh pelaku, terpaksa diamankan serta dikembali kepada pihak perusahaan yang bersangkutan.

"Orang perusahaan CV Minang Jaya di Padang sudah datang ke sini (Polres), pihak perusahaan menyatakan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, untuk uang senilai Rp21 juta sudah kami serahkan ke pihak perusahaan,"pungkasnya.

baca juga: Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo, Ini yang Disita KPK

Sementara, Sekretaris CV Minang Jaya Siteba Padang, Yosiana Dirman yang merupakan pihak perusahaan menyebut, dalam masa kampas para pekerja, diberi tengat waktu untuk melunasi setoran sekali seminggu sesuai dengan banyak kampas roti yang dibawah.

"Perusahaan hanya meminta setoran sesuai dengan permintaan para kampas, kalau barang bawaannya banyak. Maka sebanyak target itu pula setoran yang harus disetor sekali dalam seminggu,"ujarnya.

Sedangkan terkait tindakan yang dilakukan Ujang Dasril, pihak CV Minang Jaya Siteba Padang belum mengambil keputusan terkait kejadian yang dilakukannya. "Itu nanti tergantung pihak manajemen, bagaimana penyelesaian semua keputusan pimpinan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ujang Dasril (45) mengaku jika dirinya telah dirampok oleh dua orang perampok menggunakan motor Yamaha Vixion warna hitam. Truk Hino nopol BA 8187 BF tersebut dihentikan pelaku dan langsung mengancam korban.

"Pelaku saat itu mengancam saya menggunakan senjata api dan melarikan uang kampas senilai Rp38 juta yang saya letakkan di dalam truk," kata Ujang, Rabu (30/8).

Usai merampok, kedua pelaku ini langung melarikan diri kearah Padang dengan satu sepeda motor. "Saya mencoba minta tolong, namun kondisi jalan sangat sepi," sebutnya. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri