Banjir Padang, Pengusaha Furniture Rugi Puluhan Juta

Pengusaha Furniture di Kawasan Bypass Lubeg Membersihkan Bekas Banjir di Tokonya
Pengusaha Furniture di Kawasan Bypass Lubeg Membersihkan Bekas Banjir di Tokonya (Cecep Jambak/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Banjir yang melanda Kota Padang, Sabtu 9 September 2017 membuat pengusaha furniture mengalami kerugian kerugian puluhan juta.

Dodi (50) pemilik toko Cahaya Furniture di kawasan Simpang Empat Bypass Lubuk Begalung mengaku menderita kerugian ditaksir mencapai Rp20 jutaan. Tinggi banjir yang mencapai satu meter lebih, merusak furniture khususnya lemari set, dan tempat tidur.

baca juga: Banjir Bandang Terjang Sichuan, 14 Orang Meninggal Ribuan Orang Dievakuasi

"Yang tidak bisa dipakai itu furniture yang berbahan triplek. Sebab akan mengembang dan terkelupas. Kalau buatan jati masih tahan," kata Dodi saat ditemui KLIKPOSITIF .

Dodi yang tampak tengah asik membersihkan jualan furniturenya mengaku pasrah. Dia tidak menyangka, empat tahun berada di lokasi tersebut harus mengalami musibah.

baca juga: Sempat Berpindah-pindah Hingga Batam, Satreskrim Padang Pariaman: Maling Pakai Celana Dalam Berhasil Dibekuk

"Kalau tempat tidur ada sekitar delapan set. Lemari juga sekitar itu. Untuk kursi dan meja jati jepara mudah mudahan aman. Tapi berkemungkinan dua hingga tiga hari ini masih membersihkannya," sebutnya.

Ke depan, katanya untuk antisipasi kejadian serupa, dia akan mempertinggi tokonya itu. Meski demikian, dia berharap pemerintah juga dapat menyelesaikan persoalan banjir di Kota Padang.

baca juga: BST Tahap Dua Disalurkan, Bisa Dijemput ke POS Padang

"Rencananya mau ditinggikan. Pas kejadian, walikota ke sini. Janjinya sih segera rapat untuk mencari jalan keluar. Setahu saya memang drainase yang bermasalah," ujarnya.

Sementara itu, Novril (36) karyawan toko Vani Furniture memperkirakan majikannya mengalami kerugian hingga Rp40 juta. Sebab, katanya furniture yang berbahan dasar serbuk nyaris tidak dapat terselamatkan.

baca juga: Bapenda: WP Jangan Malas Bayar Pajak Kalau Tidak Mau Izin Usaha Dicabut

"Ada puluhan lemari. Malahan ada yang masih di dalam bungkusnya," ujarnya.

Katanya, kejadian begitu cepat sehingga tidak banyak barang yang bisa terselamatkan. "Kalau jelas airnya kelihatan dari kecil, bisa lah kita waspadai. Tapi ini tiba-tiba, mau apa lagi, tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

[Cecep Jambak]

Penulis: Rezka Delpiera