Persatuan Perawatan Gigi Indonesia Adakan Munas ke-VII di Padang

Ketua Panitia Persatuan Perawatan Gigi Indonesia Yannurdin SKM. MSc
Ketua Panitia Persatuan Perawatan Gigi Indonesia Yannurdin SKM. MSc (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Persatuan Perawatan Gigi Indonesia (PPGI) mengadakan Musyawarah Nasional VII di Hotel Bumi Minang Kota Padang dengan tema "Kita Perkuat Organisasi Untuk Meraih Kejayaan Profesi". 

Ketua Panitia Persatuan Perawatan Gigi Indonesia Yannurdin SKM. MSc mengatakan perilaku menyikat gigi masyarakat Indonesia sangat rendah. Dari indikator kesehatan gigi berdasarkan penelitian riset kesehatan dasar tahun 2013 mengalami penurunan. 

baca juga: Hari Ini 2 Mahasiswi dan Seorang Petani Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Tanah Datar

Khusus di Sumbar katanya, prilaku menyikat gigi cukup tinggi namun dari 90 persen prilaku menyikat gigi hanya 4,1 persen masyarakat yang melakukan sikat gigi dengan cara yang benar. "Dampaknya jika menyikat gigi dilakukan dengan cara yang salah maka akan menyebabkan kerusakan terhadap gigi itu sendiri," jelasnya. 

Untuk itu, dalam Munas akan dibahas persoalan-persoalan tersebut. Selanjutnya akan ada registrasi kepengurusan dan membahas poin-poin penting terkait perawat gigi seperti merumuskan standar profesi, standar pelayanan terafis gigi dan standar pendidikan terafis gigi dan mulut di Indonesia. 

baca juga: Mengenal Macam-macam Tipe Humidifier, Lengkap Cara Memilih yang Terbaik

"Dalam Munas ini juga dibahas perubahan nama dari Persatuan Perawatan Gigi Indonesia (PPGI) menjadi Terafis Gigi dan Mulut Indonesia," sebutnya disela-sela Munas PPGI VII di Hotel Bumi Minang Kota Padang (Sumbar) Kamis 12 September 2017. 

Kata Yannurdin sesuai dengan perubahan Undang Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan telah membuat tatanan baru dalam kehidupan profesi tenaga kesehatan di Indonesia. Perawat gigi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1035 tahun 1998 berada pada kelompok keperawatan bersama dengan bidan dan perawat , pada Undang Undang Tenaga Kesehatan mengalami perubahan nomenklatur, Perawat gigi saat ini ada dalam kelompok teknis medis dengan sebutan profesi Terapis Gigi dan Mulut. 

baca juga: Konsumsi Garam Berlebih Bahaya Bagi Kesehatan, Ini Sejumlah Bahan Alami Pengganti Garam

"Kondisi ini mengharuskan perawat gigi menyiapkan diri dengan berbagai upaya peningkatan kompetensi serta  paket regulasi profesi," katanya 

Menurutnya, perawatan gigi di Indonesia harus berjuang keras sebab dari segi dukungan dari pemerintah seperti program dan anggaran sangat terbatas. "Contohnya di Kementerian Kesehatan saat ini tidak ada lagi dirjen kesehatan gigi begitu juga di Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota," tuturnya. 

baca juga: MUI Terus Yakinkan Masyarakat untuk Mau Vaksinasi Covid-19, Diperlukan Juga Kombinasi Antara Medis dan Dalil-dalil Keagamaan

Peserta Munas di ikuti oleh 404 orang perawat dari 33 provinsi di Indonesia. 

Sementara Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai membuka munas mengatakan munas di Padang membawa dampak positif bagi Sumbar terutama dalam mempromosikan pariwisata kepada peserta yang hadir. 

"Positif bagi kami, sebab dari berbagai provinsi datang, nan kesempatan promosi bagi kami. Semoga terpilih pengurus baru yang amanah," katanya. 

[Joni Abdul Kasir] 

Penulis: Pundi F Akbar