Tahun Ini, Dua Napi Menghilang dari Rutan Pasaman Usai Diberi Izin Keluar Tahanan

Kepala Rutan Lubuk Sikaping, Edi Kasman Saat Diwawancara Oleh Media
Kepala Rutan Lubuk Sikaping, Edi Kasman Saat Diwawancara Oleh Media (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Selama tahun 2017, dua warga binaan Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping menghilang alias tidak kembali ke lembaga permasyarakatan tersebut usai diberi izin untuk meninggalkan tahanan oleh pihak Rutan.

baca juga: Sempat Dihantam Longsor, Ini Kondisi Terkini Jalan Lintas Bukittinggi-Medan

Izin untuk meninggalkan Rutan tersebut dicurigai sebagai modus untuk kabur dari Rutan oleh warga binaan. Seperti kasus pertama yang dilakukan oleh narapidana yang bernama Buyung Pandai. Ia diketahui meninggalkan Rutan Lubuk Sikaping dengan izin petugas pada 5 Maret 2017 lalu skeitar pukul 22:30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun, tahanan dengan kasus 363 KUHP itu minta izin untuk meninggalkan Rutan karena ingin menjemput uang ke keluarganya di Kecamatan Kinali, Pasaman Barat.

baca juga: Dihantui Banjir, Warga Berharap Normalisasi Batang Sumpur dan Sontang

Ia keluar Rutan dengan pengawalan ketat oleh petugas. Namun saat ia keluar tersebut Buyung berhasil mengelabui petugas untuk kabur dan hingga saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian setempat.

Modus untuk kabur yang kedua dilakukan oleh narapidanan bernama Sudikdo (44). Ia dilaporkan tidak kembali lagi ke Rutan sejak 9 September lalu.

baca juga: Pilkada Pasbar, Koalisi Parpol Pengusung Erick - Syawal Rampungkan Struktur Tim Pemenangan

Baca Juga :  Diberi Izin Keluar, Warga Binaan di Lubuk Sikaping Tidak Kembali Ke Rutan

Kepala Rutan Lubuk Sikaping , Edi Kasman mengaku, tahanan dengan kasus pembalakan hutan konservasi cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau dan penyalahgunaan narkoba tersebut meminta izin untuk meninggalkan rumah tahanan hingga 11 September.

baca juga: KPU Pasbar Nilai Imbauan Mematuhi Protap COVID-19 bagi Bacalon Kepala Daerah Tidak Berjalan Baik

"Namun hingga hari ini ia belum kembali ke Rutan," kata Edi. Menurutnya, Sudikdo meninggalkan Rutan karena ingin menjumpai istrinya di Dumai, Riau yang baru saja kembali dari tanah suci, dan izin tersebut juga sudah dijamin oleh keluarganya sendiri.

"Kami sudah melakukan pencarian tahanan ke Kota Dumai, namun belum ada hasil. Sekarang untuk memperluas pencarian kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Riau," jelas Edi kemudian.

Terkait dengan izin meninggalkan rumah tahanan tersebut, Edi menegaskan bahwa hal itu dilakukan sesuai dengan Standar Operasi Rutan serta diketahui Kantor Wilayah Lembaga Pemasyarakatan Sumbar, dan izin dari Dirjen Lembaga Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI.

[Man St Pambangun]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa